Fimela.com, Jakarta Sebentar lagi momen Lebaran akan datang. Tentu saja momen ini sudah ditunggu-tunggu oleh umat Muslim. Biasanya momen ini digunakan untuk bertemu dengan sanak keluarga dan kerabat. Meskipun demikian, momen ini menjadi hal sedikit menganggu bagi sebagian orang yang terutama masih jomblo dan belum menikah.
Ya, biasanya di momen-momen seperti itu akan muncul sebuah pertanyaan yang lumayan menganggu. 'Kapan nikah? Wah, sudah tua masa belum nikah juga?'. Semua orang di dunia ini pasti ingin menikah.
Akan tetapi nikah di sini bukan nikah yang begitu saja. Menikah itu gampang, tapi sulit untuk dijalani. Yang namanya berumah tangga itu isinya bukan hanya tentang senang-senang saja.
Kadang kita diperhadapkan dengan masalah dan perselisihan. Di sini lah kedewasaan kita diuji. Saat masih pacaran, mungkin mudah bagi kita untuk menyelesaikan masalah. Mungkin kita bisa tidak bertemu beberapa waktu dengan kekasih untuk meredakan suasana.
Akan tetapi hal tersebut tak bisa dilakukan saat kita sudah berumah tangga. Mau tidak mau kita bertemu dengan pasangan. Beselisih paham dengan pasangan itu memang hal yang biasa.
Mau menikah berapa tahun pun jika kita tetap bersikap egois dan tak mau berkaca diri, maka ujung-ujungnya rumah tangga kita bakal berantakan. Oleh karena itu, sebelum menikah pastikan jika calon pasangan hidupmu nanti benar-benar mengerti kamu, begitu juga sebaliknya kamu harus memahami dan mencintainya.
Menikah Butuh Perjuangan
Membangun sebuah rumah tangga yang bahagia memang bukan hal yang mudah, buktinya banyak orang yang memilih untuk bercerai lantaran sudah tak mempunyai kecocokan atau sudah tak lagi satu visi dan misi.
Tidak ada orang di dunia ini yang ingin rumah tangganya berantakan. Ketika janji suci sudah diucapkan, maka setiap pasangan berharap bahwa hanya tangan Tuhan-lah yang dapat memisahkan mereka.
Seiring berjalannya waktu, kehidupan sebuah rumah tangga memang akan dihujani oleh berbagai persoalan. Untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut pilihannya cuma dua. Apapun yang terjadi kalian akan melewatinya bersama-sama atau menyerah dengan keadaan dan memutuskan untuk menjalani kehidupan masing-masing.
Ingat, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan kalian telah berjanji akan saling menemani disaat suka maupun duka. Jadi, saat persoalan datang, cobalah untuk mengingat kembali janji tersebut. Kenang kembali bagaimana kamu dulu sangat mencintainya dan rela melakukan apapun supaya dia bahagia.
Saat masalah datang menghampiri rumah tangga kalian, yakinlah bahwa kamu dan pasanganmu dapat melewati masalah itu bersama-sama. Semua persoalan bila dihadapi bersama-sama pastinya akan terasa lebih ringan dan mudah.
Komunikasi merupakan hal yang penting dalam rumah tangga. Bicarakan semua masalah yang tengah dihadapi dan jangan ragu untuk berkompromi. Karena selalu setuju dan mengalah bukan solusi terbaik untuk kehidupan berumah tangga.