Fildan D'Academy Sempat Blank Dinobatkan Sebagai Juara

Sutikno diperbarui 14 Jun 2017, 05:35 WIB
Sejak lama Fildan mempelajari jenis musik instrumen. Tidak hanya bermain instrumen, ia juga mampu mengeksplorasi olah vokal dengan sentuhan sederet genre, mulai dari dangdut, jazz, rock, hingga blues. (Bambang E. Ros/Bintang.com)
Meski sebagai anak band, Fildan sangat menyukai dengan musik dangdut. Bahkan, kerap kali ia di bully karen dapat melantunkan cengkok dangdut dengan baik. Tapi banyaknya suara itu, ia tetap melakoni musik dangdut. (Bambang E. Ros/Bintang.com)
"Kalau nyanyi dangdut kebanyakan di bully sama teman-teman khususnya yang pemain band. Kadang saya beranikan diri, mereka sampai bully saya, Fildan jadi feeling dangdut, hanya bercanda saja," ungkap Fildan. (Bambang E. Ros/Bintang.com)
" Pas sudah di sini ada yang komen di social media, dulu dijadikan bahan bully sekarang jadi berkah," lanjut Fildan ketika bertandang ke kantor Bintang.com, di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017). (Bambang E. Ros/Bintang.com)
Meski sempat menjadi bahan candaan teman-temannya, pria asal Bau Bau ini merasa bersyukur, melalui ajang D'Academy 4 telah mewujudkan cita-citanya. Ia satu kontestan yang berhasil lolos audisi dan berangkat ke Makassar. (Bambang E. Ros/Bintang.com)
Awalnya, Fildan tidak menyangka bisa bersaing 35 besar sampai akhirnya bisa masuk grand final dan berhasil menyabet sebagai juaranya. Persaan campur aduk dirasakan saat itu ketika dinobatkan sebagai juaranya. (Bambang E. Ros/Bintang.com)
"Deg-degan nggak nyangka karena perjuangan dari 35 besar sampai grand final itu saingannya sangat luar biasa dan saingan Fildan itu memiliki karakter-karakter yang berbeda-beda. Pas dinobatkan menjadi juara satu sempat blank juga," ujarnya.
Foto-foto dan wawancara eksklusif dengan Fildan D'Academy 4 di studio Bintang.com beberapa waktu lalu. Photographer: Deki Prayoga, Stylist: Indah Wulansari, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri.