Pillow Talk: Dimulai dari Obrolan, Diakhiri dengan Keintiman di Tempat Tidur

Fimela Editor diperbarui 07 Des 2012, 11:59 WIB
Kesuksesan aktivitas di ranjang artinya memuaskan kedua belah pihak. Karena itulah, komunikasi menjadi hal penting dalam sebuah hubungan, yang oleh banyak pasangan, menurut pakar seksologi J. Alex Pangkahila dari Pusat Konsultasi Seksual dan Terapi Latihan Kriya Angga, sering disepelekan. Komunikasi yang dimaksud tak cuma komunikasi sehari-hari. Jika komunikasi lancar tapi sama sekali tak memasukkan bahasan tentang aktivitas ranjang, semua menjadi percuma. Kepuasan seks akan tinggal impian. “Itulah yang saya alami. Dalam obrolan biasa saat makan atau santai, saya tipe pemalu yang enggan bicara apa pun tentang seks. Tapi, perasaan itu akan sedikit berkurang saat pillow talk. Saat merasa sangat dekat dengan suami, perasaan malu pun berkurang. Itu momen tepat untuk mengomunikasikan kehidupan seks kami, walau belum berani terlalu terbuka. Maksimal juga seputar evaluasi gaya, tidak bereksplorasi terlalu jauh,” ungkap Devi (24 tahun, ibu rumah tangga).
Menyampaikan pesan tentang perasaan, keinginan, kondisi seksual, sampai fantasi memang perlu dilakukan. Walaupun diakui Alex, topik sensitif itu dihindari karena masih banyak pasangan yang berpandangan bahwa membahas seks tabu dilakukan. Perempuan masih menjadi pihak yang anti membuka percakapan tentang seks. “Selain malu, mungkin takut juga dianggap agresif,” jelas Alex. Padahal, aktivitas seksual yang efektif tak hanya mengandalkan bahasa tubuh, tapi juga dengan pembahasan bersama untuk menghindari salah persepsi.
Dengan posisi kepala di atas bantal, kamu dan pasangan otomatis menjadi lebih santai dan nyaman. Secara psikologis, suasana hati pun menjadi lebih tenang dan damai, sehingga obrolan berdua lebih nyaman dilakukan. Inilah saat tepat untuk saling mengungkapkan isi hati. Di sini, kita bebas membicarakan apa pun, tapi ingat, bukan berarti tak membutuhkan pemanasan. Pembicaraan apa pun selalu membutuhkan kata pembuka. So, jangan langsung to the point ke bahasan masalah yang cukup berat. Mulai obrolan dengan topik ringan, misalnya cerita tentang teman di kantor atau kejadian lucu yang kamu alami seharian tadi. Ketika obrolan sudah mengalir natural, boleh saja masuk ke topik lain, tapi tetap dengan suasana santai. Dan ketika makin santai dan intim, inilah saatnya masuk ke topik seks.
Dari kata-kata, pillow talk berkembang menjadi sentuhan atau kontak fisik sebagai wujud rasa sayang. Jangan siakan kesempatan itu untuk menuju sesi intim berikutnya dan praktikkan apa yang baru saja dibahas bersama si dia. Inisiatif untuk “mendemonstrasikan” apa yang baru saja dibahas bersama jadi permulaan terciptanya aktivitas ranjang yang makin baik dari waktu ke waktu. Kenapa harus begitu? Seperti kata Alex, Aktivitas seksual memang terjadi secara alami, tapi perkembangannya dipengaruhi faktor eksternal. Jangan terus diam dan ketinggalan zaman, tak mengerti apa yang diri sendiri dan pasangan sebenarnya butuhkan. Daripada aktivitas ranjang menjadi masalah tersendiri yang merapuhkan hubunganmu dan pasangan, Persiapkan pillow talk mulai malam ini, dan nikmati momen intimmu.