Gerimis Versus Konser STING Yang Hangatkan Jakarta

Ratna Irina diperbarui 21 Des 2012, 11:29 WIB




What's On Fimela
Terakhir penduduk Jakarta kedatangan Sting, sepertinya sudah bertahun lalu lamanya. Makanya konser yang merupakan bagian dari rangkaian tur dunia Back to Bass di Jakarta kali ini pastinya nggak akan saya lewatkan. Pendapat yang juga diamini oleh ribuan penonton yang memenuhi Mata Elang Indoor Stadium, Ancol. Apa saja yang terjadi? Klik terus!
Sejujurnya, Sting sama sekali nggak mengecewakan. Dengan bass andalannya (kata tetangga sebelah, mereknya Fender Precision Bass) Sting terlihat super fit. Latihan yoga yang sangat terlihat pada postur tubuh serta perut rata kotak-kotaknya. Dari awal langsung digebrak dengan "If I Ever Lose My Faith in You", Sting langsung membawa penonton bernyanyi bersama salah satu hits-nya tersebut.
Suara yang halus menggoda, gaya effortless saat memainkan bass plus bernyanyi, plus interaksi manis dengan band pendukung membuat suasana makin hangat."Demolition Man" bukan lagu yang familiar buat saya, dilanjutkan dengan perkenalan dua boneka rubah yang diberi nama Mr. & Mrs. Fox yang katanya menginspirasi lagu "End of the Game", "They fall in love and in the end they die."
And then he sings, "Fields of Gold", dan saya kembali teringat masa-masa saat lagu ini jadi hits di radio-radio dan rasanya semua orang, suka nggak suka dengan Sting pasti tahu lagu ini. Another sing-a-long moment yang cukup manis dan membuat banyak orang tersenyum nostalgia.Band pendukung Sting juga punya porsi sorotan nggak sedikit. Yang cukup mencuri perhatian adalah pemain biola Jo Lawry, yang sekaligus memamerkan keindahan suaranya di beberapa lagu.
Standar yang terjadi pada setiap konser, si penyanyi mengucapkan terima kasih atas malam yang menyenangkan dan mengucapkan salam serta silam ke balik panggung. Same with Sting. Tapi kami bertahan menunggu dan berbuah hasil encore sampai tiga kali. Pertama, dihadiahi "Dessert Rose", kedua "Next to You", dan yang terakhir serta mengoyak pertahanan hati adalah "Fragile".
Di jalan pulang hujan turun rintik-rintik, jiwa romantisme pun terpaksa keluar, dan lagu terakhir yang disenandungkan Sting pun terngiang. On and on the rain will fall, like tears from a star, on and on the rain will say, how fragile we are… Oh, Sting...