Next
I love being busy
Tahun 2012 adalah tahun sibuk. Selain mempromosikan merk produk kecantikan yang saya wakili dan promosi film “Dilema”, saya juga sedang bersiap-siap untuk short course akting di Brisbane selama 2 bulan. Pulang dari situ, saya langsung reading dan syuting film baru di Gunung Semeru, dan langsung lanjut sekolah di New York ambil jurusan teater. Akting membuat saya bahagia sehingga ketika menjalankannya nggak terasa membebani. Di dunia ini saya juga terus bisa mencoba banyak hal yang baru yang membuat saya susah bosan dan bisa terus mengembangkan diri. Saya juga nggak berhenti di akting, karena punya passion lain di bisnis dan fashion, lalu putar otak mau buat apa dengan kombinasi kedua hal itu, hingga akhirnya membuat Peace by Pearce, koleksi aksesori kreasi saya, yang sejauh ini cukup diterima dengan baik.
Bye bye showbiz
Pertengahan tahun ini saya akan berangkat ke New York dan ini adalah pengalaman pertama kali saya pindah ke luar negeri sendirian tanpa punya teman seperjuangan. I’m so excited dan nggak merasa sayang untuk meninggalkan dunia hiburan, karena sebenarnya saya pergi untuk mengasah kemampuan akting dan kembali dengan kualitas yang lebih baik.
I love making people happy
Obat pertama ketika saya sedang bad mood adalah senyum, paksakan saja senyum, karena sebenarnya di dasar hati, perasaan ikut membaik kalau kita tersenyum. Ini bukan berarti saya memalsukan senyum, tapi dengan senyum kita bisa membuat suasana di sekeliling kita menjadi lebih baik. Contohnya kalau saya bertemu dengan orang baru dan sudah memasang muka nggak senyum, itu seperti menyebarkan energi negatif, sementara orang lain yang bekerja dengan saya akan menganggap saya sebagai orang yang nggak menyenangkan, dan saya nggak mau seperti itu. I love making people happy by being nice to everyone because they do the same thing to me. Saya juga adalah pribadi yang mudah membaur dengan orang-orang baru, tapi sekaligus tahu bagaimana membangun batasan agar tetap dihargai, nggak asal akrab begitu saja.
Next
I love being mature
Tahun 2011 adalah tahun yang penuh drama untuk saya. Macam-macam kejadian terjadi, padahal saya sebenarnya sangat menghindari drama. Di tahun ini, saya akan menjalani fase berbeda untuk hidup saya, salah satunya adalah menghadapi banyak perpisahan dengan sahabat-sahabat yang pergi bersekolah ke luar negeri di benua yang berbeda-beda. Itu sedikit membuat sedih, tapi di lain sisi it’s gonna be a surprising year karena akan banyak hal baru yang saya jalani.
My love is in my family
For me, true love exists in family, karena sesering atau sesalah apapun anak, cinta orangtua nggak akan hilang dan itulah namanya the real love. Cinta memang susah dijelaskan maknanya apa, tapi saya bisa melihat dan merasakannya dari orangtua. Hubungan orangtua dan anak pasti ada perjuangannya juga, naik turun, tapi akan terus ada bila antara anak dan orang tua dan itulah bentuk cinta yang saya kenal.
Next
I love my job, not the publicity
I’m being grateful to be in this position right now. Saya juga nggak keberatan untuk membagi hal-hal pribadi ke publik, tapi ada batasnya. Saya nggak ingin dikenal hanya karena membuat drama-drama untuk konsumsi gosip, tapi ingin dikenal berkat hasil pekerjaanku. Video lip sync saya di YouTube beberapa tahun lalu juga bukan untuk publikasi. Itu di-post oleh teman saya tanpa sepengetahuan saya, padahal menurut saya video itu memalukan. Setelah diberitahu tentang video itu ada di YouTube, saya nggak lantas meminta itu dihapus karena menurut saya itu memperlihatkan sisi pribadi saya yang apa adanya, bisa gila kadang-kadang, dan jadi dokumentasi dari diri saya beberapa tahun yang lalu.
Saya masuk ke dunia hiburan sejak usia 11 tahun dan itu membuat saya lebih cepat untuk mendapat pengalaman dan belajar agar terus menjadi lebih baik. Berdasar cinta pekerjaan juga, saya belum mau menerima tawaran stripping sinetron karena ingin berkonsentrasi pada sekolah dan fokus pada bidang yang benar-benar saya suka. I know myself well.
Saya suka laki-laki womanizer
Saya suka sosok laki-laki seperti Ashton Kutcher yang lucu dan tetap kelihatan pintar. Masalah dia womanizer nggak masalah untuk saya karena itu naluriah laki-laki normal. Tapi, bukan berarti saya memaklumi perselingkuhan, lebih karena saya senang kalau misalnya pacar saya masih mengagumi perempuan lain. It’s human nature. Walaupun begitu, dalam berhubungan dengan seorang laki-laki ada dua hal penting yang harus ada, yaitu respek dan kepercayaan. Kedua hal itu saling berhubungan, sekali kita menghormati pasangan maka akan ada kepercayaan, begitu juga sebaliknya.
Me against women violence
Beberapa waktu lalu, saya melihat seorang laki-laki bertengkar dengan perempuan di tempat hiburan dan memukulnya. Melihat itu saya langsung menegur laki-lakinya, karena saya yakin saya benar. Apapun alasannya, nggak ada alasan untuk seorang laki-laki menyentuh perempuan dengan kasar. There’s no excuse.