5 Cara Mengucap Kata Putus tanpa Drama

Ayu Puji Lestari diperbarui 06 Mei 2022, 20:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Kata siapa memulai hubungan lebih mudah daripada mengakhirinya? Nyatanya, mengakhiri satu hubungan tidaklah mudah. Meskipun sudah jelas Sahabat Fimela berada pada hubungan yang salah. Bertahan salah, minta putus takut baper. Hal ini wajar, karena memang mengakhiri tak semudah memulai. Apalagi hubungan kalian sudah berjalan cukup lama.

Setelah bersama sekian lama, tentu tidak mudah untuk mengakhirinya. Kenangan manis saat bersama semakin membuat susah untuk mengakhirinya. Apalagi ketergantunganmu dengan pasangan sudah menjadi kebiasaan. Wah, semakin membuat rumit urusan putus cinta ini.

Nah, agar tidak baper dan terjebak drama saat harus mengakhiri hubungan percintaan. Yuk, simak tips mengucap kata putus di bawah ini.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Katakan alasan dengan jelas

tak perlu dibuat rumit katakan dengan jelas alasan kamu ingin mengakhiri hubungan kalian/copyright shutterstock

Jika memang hubunganmu dengan si dia tidak dapat dipertahankan, katakan alasan mengapa minta putus dengan jelas. Tidak perlu membuat alasan karena dia terlalu baik. Ungkapkan rasa tidak nyamanmu. Well, cara ini bisa membantunya untuk intropeksi diri. Jika memang dapat diperbaiki, mengapa tidak mencobanya?

 

3 dari 4 halaman

2. Rencanakan dengan tepat

Pilih waktu yang tepat untuk mengucap putus/copyright shutterstock

Berencana untuk meminta putus? Buat perencanaan dengan sebaik mungkin. Catat apa saja yang ingin dikatakan. Berikan alasan yang logis, mengapa kalian harus mengakhiri hubungan ini. Jangan pernah menggantung perasaannya. Jika memang ingin putus, buat perencanaan dengan sebaik mungkin.

3. Tidak perlu menunggu waktu yang tepat

Tidak ada waktu yang tepat untuk mengakhiri satu hubungan. Yang ada sesegera mungkin, jangan biasakan menunda dan menjadikan masalah menjadi bom waktu. Jadi, jika sudah merasa yakin untuk memilih mengakhiri hubungan kalian, maka lakukan. Ingat, Sahabat Fimela tidak mungkin bertahan pada hubungan yang tidak membuatmu tersiksa selamanya bukan?

 

4 dari 4 halaman

4. Hindari Baper

Tak perlu baper hanya karena putus cinta/Jesterpop/Shutterstock

Saat meminta putus dengannya, tidak perlu merasa baper. Jangan menangis di hadapannya. Tenanglah, bukankah keputuasn untuk berpisah sudah disepakati bersama? Serumit apapun itu percayalah keputusanmu sudah terbaik.

5. Menerima dengan tenang segala responnya

Apapun respon darinya, terimalah dengan baik. Baik atau buruk. Terimalah dengan tenang apa yang akan ia lakukan. Jika ia ingin mengungkapkan rasa kecewanya, dengarkan dengan tenang.

Putus cinta dan patah hati memang tidak ada yang mudah. Namun percayalah, yang terlihat buruk bisa jadi itu yang terbaik untumu. Selamat merayakan patah hati dengan bahagia. Jadi, kapan memutuskan untuk putus dengannya?