Vemale.com - Di tangan seorang Riny Suwardy, kesan gothic dengan warna nuansa gelap dan muram menjadi lenyap. Berkat kepiawaian serta kejelian yang dimiliki, wanita berdarah Padang dan Palembang ini mampu menghasilkan beragam kebaya nuansa gothic yang anggun, cantik, dan mewah. Menjadikan aura si pemakainya semakin terpancar dengan jelas.
Setelah 14 tahun mendedikasikan diri sebagai perancang busana kebaya pengantin, Riny Suardy kembali menggelar fashion show dengan tema 'Gothic'. Bertempat di Bidakara Wedding Ekspo, Jumat malam (26/06), Riny membuktikan eksistensinya dengan memamerkan 12 koleksi kebaya dalam sebuah pagelaran bertajuk Maha Karya Riny Suardy.
Meski tema yang diangkat Gothic, bukan berarti kebaya hasil karyanya bernuansa kelam. Kali ini, Riny memilih bahan lace dan tille Prancis, serta siffon sutera, sebagai bahan dasar kebayanya. Agar warnanya berbeda, bahan dasar warna emas yang ia pilih diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan warna gothic, yang dipadankan dengan warna-warna bumi.
"Bahan dasar tersebut dicelup dengan getah pohon. Setelah proses perendaman beberapa hari hingga bahan menjadi lembab, barulah saya kelantang. Dengan demikian warna yang dihasilkan akan berbeda," ujarnya di sela-sela jumpa pers.
Sebagai seorang desainer, wanita yang telah memiliki 3 orang anak ini tidak ingin dikatakan sebagai follower. Beragam inovasi ia lakukan demi terciptanya maha karya Riny Suardy. Salah satu yang menonjol, wanita yang selalu tampil ceria ini berani memainkan warna. "Satu kebaya saya bisa menggunakan 20 warna, atau setidaknya paling sedikit ada 10 warna," tukasnya sambil tersenyum.
Guna mempercantik kebayanya, Riny tidak lupa menyematkan beberapa aplikasi sehingga memberikan aksen yang berbeda. Kali ini Riny lebih memilih menggunakan payet-payet berukuran kecil. Mengingat perlunya ketelitian proses pengerjaan payet, Rini mengaku memerlukan waktu yang ekstra dalam pengerjaan kebaya. "Biasanya satu kebaya saya kerjaan 3 bulan, untuk koleksi kali ini bisa memakan waktu hingga 9 bulan," ujarnya.
Tidak hanya menggunakan payet, dalam koleksinya kali ini Riny juga banyak bermain dengan aksen frill yang ia aplikasikan pada bagian tangan ataupun kerah kebaya. Hasilnya, wanita yang membuka butiknya di bilangan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat ini pun mampu memberikan detail yang berbeda pada koleksi kebayanya.
Agar kesan Indonesia semakin menguat, Riny pun mengkombinasikan kebayanya yang bandrol mulai dari 35 juta hingga 100 juta ini dengan kain daerah Palembang, Sumbawa Kalimantan,serta Batik Banten. (vem/sky/bee)
What's On Fimela
powered by