Vemale.com - Anda baru saja menyerahkan laporan keuangan tadi pagi, ketika bos dengan seenaknya meminta Anda membuat laporan tersebut sekali lagi, hanya karena beliau lupa menyimpannya di mana.
Mungkin tak hanya itu, atasan juga kerap lupa menyimpan barangnya di mana dan selalu menyalahkan Anda karena teledor saat menata dan merapikan kantor.
Dunia kerja memang akan mempertemukan kita dengan berbagai macam karakter yang tak semuanya menyenangkan, mulai dari rekan penggoda, rekan yang malas, hingga yang sok tahu.
Lalu, bagaimana jika Anda menghadapi rekan atau atasan yang memiliki penyakit lupa akut seperti contoh kasus di atas?! Tak perlu khawatir, semua ada solusinya. [break]
Jika kantor tempat Anda bekerja merupakan kantor yang dilengkapi dengan fasilitas internet, maka Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat bos Anda sembuh dari penyakit pikunnya.
Tulislah email dan sertakan semua hasil rapat yang telah Anda diskusikan bersama teman-teman atau atasan. Jika ada rekan atau atasan yang mulai 'kumat' lupanya, maka Anda bisa menunjukkan email bersangkutan.
Namun, bila kantor Anda termasuk gaptek, maka Anda bisa menggunakan memo biasa. Jika perlu dan penting, Anda bisa minta atasan atau rekan bersangkutan untuk menandatangani memo tersebut, sehingga jika terjadi masalah, Anda tidak disalahkan dan dianggap lalai. [break]
Selain itu, jika Anda memiliki tugas plus yaitu merapikan barang-barang di kantor atau ruang atasan, maka Anda bisa mengelompokkan file/ barang berdasarkan pola atau jenis tertentu dan melabelinya sehingga memudahkan atasan saat mencari sesuatu.
Jika atasan Anda selalu lupa untuk mengembalikannya ke tempat semula, maka Anda bisa menyediakan box khusus dan mintalah agar atasan menaruh semua barang atau file yang dia pakai sepanjang hari itu ke dalamnya. Katakan bahwa Anda lah yang akan mengembalikan semua barang tersebut ke tempat asalnya saat jam pulang hampir tiba. (oph/meg)
What's On Fimela
powered by