Tips Menjadi Ibu Tiri Yang Baik

FimelaDiterbitkan 08 Agustus 2009, 07:44 WIB
Vemale.com - Dongeng tentang ibu tiri yang kejam mungkin telah meninggalkan kesan yang begitu kuat dalam diri anak-anak, sehingga mulai timbul sebuah opini yang tidak adil, yaitu bahwa ibu tiri identik dengan penyiksaan dan kekejaman. Namun, jika Anda baru saja (atau berencana menikah) dengan seorang duda beranak, maka Anda bisa mematahkan opini tersebut dengan membuktikan bahwa ada ibu tiri yang baik dalam dunia ini. Menaklukkan kecanggungan antara ibu dan anak-anak tiri merupakan salah satu tantangan besar yang mungkin dihadapi oleh seorang wanita. Meski mungkin anak-anak tiri tersebut tidak tinggal bersama dengan Anda dan suami, namun bagaimanapun juga keberadaan mereka tetap tak terpisahkan dari kehidupan suami, dan juga Anda tentunya. [break] Hal pertama yang paling penting dan mendasar saat Anda memutuskan untuk menikah dengan duren adalah bahwa Anda juga harus mau menerima anak-anaknya. Menerima dan mengasihi anak-anak suami seperti anak sendiri bisa membuat tantangan yang bakal dihadapi menjadi lebih ringan. Beruntunglah bagi Anda yang langsung bisa diterima dan dikasihi oleh anak-anak, namun bagi yang menghadapi penolakan, Anda tidak perlu takut dan menyerah. Selalu ada jalan keluar bila Anda mau mengusahakannya. Hal tersulit yang mungkin harus Anda lakukan adalah jangan biarkan diri Anda terbujuk untuk 'bersaing' dengan anak-anak itu. Lagipula, dapat dipastikan Anda pasti akan kalah. 'Bersaing' dalam hal apa? Perhatian dan pembelaan dari suami merupakan hal yang paling sering 'diperebutkan' antara ibu tiri dan anak-anak. Lagipula, jika Anda melakukan hal ini, itu akan membuat mereka tambah membenci Anda. [break] Sebaliknya daripada 'adu otot' dengan mereka, Anda bisa unjuk gigi melalui hak dan status Anda di rumah. Anda bisa menunjukkan pada mereka bahwa Anda adalah seorang ibu yang baik dan bukan 'pengancam/ pencuri' perhatian ayah mereka. Anda bisa menunjukkan pada mereka melalui perbuatan karena aksi 'berbicara' lebih kuat daripada ribuan janji sekalipun. Anak-anak bisa merasakan apakah Anda benar-benar mengasihi mereka atau tidak, jadi jangan coba-coba menipu mereka. Jika Anda belum siap mengasihi mereka maka tunda pernikahan. Namun, bila sudah terlanjur, maka bersikaplah profesional. Hargailah keberadaan mereka sebagai bagian dari kehidupan suami Anda. Berilah pengertian juga pada suami bahwa Anda perlu waktu untuk bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan anak-anak yang mungkin belum pernah Anda kenal sebelumnya. [break] Jangan berusaha menjadi ibu mereka, tak peduli apakah Anda tinggal bersama mereka atau hanya sesekali saja bertemu. Meski mereka tidak memiliki atau tidak pernah mengenal ibu kandung mereka, namun ada ikatan batin yang kuat antara anak-anak dengan ibu yang melahirkannya. Biarkan keadaan dan kedekatan Anda dengan mereka mengalir alami dan tanpa paksaan terhadap pihak manapun. Anda mungkin tak pernah tahu kapan mereka akan bersedia menerima kenyataan bahwa dengan menikahi sang ayah, Anda otomatis menjadi ibu mereka yang baru. Namun, jika Anda tetap tekun membuktikan bahwa Anda mengasihi mereka seperti anak Anda sendiri, maka lama-kelamaan mereka akan merasakannya dan mau membuka hati bagi Anda. Ada banyak ibu tiri yang berhasil merebut hati anak-anak dengan kebaikan, kebijaksanaan, dan kesabarannya. [break] Daripada mengejar pengakuan dari anak-anak itu, sebaiknya cobalah fokus pada pengembangan hubungan yang saling menguntungkan dan menghargai. Hargai hubungan mereka dengan ayahnya, sejarah kehidupan kebiasaan mereka saat Anda belum hadir, atau kenangan manis yang pernah mereka miliki dengan sang ibu kandung. Anda juga harus membuka diri selebar mungkin bagi mereka. Jangan bersikap kaku dan menjaga formalitas yang mengerikan dengan mereka. Namun, pastikan juga bahwa mereka tetap dalam posisi menghargai dan tidak memandang enteng status Anda. Sebab bagaimanapun, Anda adalah istri ayah mereka, nyonya dalam rumah, dan seorang dewasa yang punya kemampuan yang tidak dimiliki oleh anak-anak. [break] Bekerjasamalah dengan pasangan untuk memastikan batasan-batasan yang telah dibuat tetap dilakukan. Hubungan anak-anak dengan ayahnya berbeda dengan hubungan Anda dengan suami. Dalam sikon seperti ini penggolongan merupakan hal yang penting untuk diketahui bersama. Supaya masing-masing pihak tahu posisi dan perannya dalam rumah. Dengan berjalannya waktu, aturan-aturan tersebut mungkin tidak akan menjadi momok lagi, namun hingga Anda berhasil 'diterima' sebagai bagian dari keluarga tersebut, maka perhatian dan disiplin yang intens sangat diperlukan karena akan membawa kebaikan bagi semua anggota keluarga. [break] Ingat bahwa mengatasi kesulitan berhubungan dengan anak tiri bukanlah suatu hal yang dapat selesai dalam waktu semalam, namun itu adalah sebuah proses yang memerlukan waktu. Jangan takut untuk meminta bantuan jika Anda sudah kehabisan akal dalam menghadapi anak-anak tiri tersebut. Suami, terapis keluarga, maupun konselor. Menjadi ibu tiri yang baik memerlukan keahlian yang mungkin belum pernah Anda pelajari sebelumnya. Jadi, tak perlu malu untuk minta bantuan. Toh, ini juga demi kebahagiaan rumah tangga Anda. (all4wo/meg)
What's On Fimela