Jangan Katakan Hal Ini Pada Atasan!

FimelaDiterbitkan 11 September 2009, 07:58 WIB
Vemale.com - Mulut, meski kecil, tapi susah juga untuk mengendalikannya. Baru saja Anda berkomitmen untuk menahan bibir dari amarah, eh, tahu-tahu Anda sudah mengeluarkan semua unek-unek itu sambil berteriak-teriak. Kata-kata yang kita ucapkan memang harus diperhatikan baik-baik, sebab bila salah sedikit saja, maka kita tidak pernah tahu hal apa yang mungkin bisa terjadi. Menjaga mulut diperlukan setiap waktu dan di setiap tempat, tak terkecuali di kantor. Jika ingin sukses, maka kita harus menjaga baik-baik apa yang kita ucapkan. Jangan sekali-kali mengumandangkan pernyataan di bawah ini atau yang sejenisnya bila Anda masih betah dengan pekerjaan Anda yang sekarang. "Alarm-nya tidak bunyi lagi, pak." Jika ini adalah kesekian kalinya Anda terlambat dan Anda membuat alasan yang sama, seperti alarm tidak berbunyi, mobil mogok, macet, atau merasa mules di pagi hari, maka bos Anda bisa bosan mendengarnya. Ia bisa menganggap bahwa Anda hanya mencari-cari alasan untuk menutupi keterlambatan Anda yang terjadi berulang kali. Ini akan membuat ia berpikir bahwa Anda pandai berdalih dan tidak bisa dipercaya. Jadi, jika Anda memang terlambat bangun karena alarm tidak berbunyi, maka belilah jam baru. Perbaiki mobil Anda atau naiklah angkutan umum agar Anda tidak terlambat karena mobil mogok. Berangkatlah lebih pagi agar Anda tidak terjebak macet. Perhatikan apa yang Anda makan agar perut tidak mules. Lakukan apapun untuk tidak membuat Anda terlambat lagi. [break] "Seharusnya acara kemarin bisa lebih meriah..." Mungkin semalam ada acara pesta ulang tahun di kantor. Pada saat itu Anda tampak menikmatinya dengan baik. Namun, keesokan harinya, tersiar kabar bahwa Anda mengeluh tentang pesta yang ada. Bos Anda bisa mencium ketidakpuasan yang Anda rasakan dan merasa tersinggung dengan gosip yang beredar. Lain waktu, jika Anda merasa tidak puas, maka Anda bisa menyampaikannya pada yang berkepentingan sebagai masukan atau sekedar evaluasi. Hal tersebut lebih baik daripada jika Anda mengeluhkannya pada seisi kantor. "Terserah deh, pak." Kata-kata ini jelas menunjukkan ketidaktertarikan Anda pada apa yang dikatakan bos. Selain itu, juga menyiratkan kemalasan dalam berpikir, bertindak, mendukung, atau memutuskan. Kemalasan Anda bisa menulari karyawan lain, sementara seharusnya pada saat itu Anda memberikan dukungan yang dibutuhkan bos. "Bukankah ini waktunya gaji saya naik?" Sebelum menarget kenaikan gaji pada atasan, Anda harus menyiapkan alasan yang masuk akal mengapa Anda perlu kenaikan. Jangan sekali-kali minta kenaikan jika tanpa hasil kerja yang meningkat, apalagi saat perusahaan sedang krisis. Ini bisa membuat bos geram karena Anda bersikap seenaknya, dan bisa membuat Anda kena PHK. [break] "Itu bukan salah saya!" Masalah bisa menimpa siapa saja. Meskipun mungkin Anda tidak bersalah dalam kasus tertentu, namun Anda disarankan untuk membela diri dengan cara yang benar. Misalnya, jika Anda bertugas mencatat laporan penjualan, dan data yang Anda terima ternyata salah, maka jelaskan secara jelas dari awal peristiwa mengapa bisa terjadi kelalaian ini. Jangan berusaha membela diri mati-matian, apalagi dengan menyalahkan orang lain. Sikap macam ini hanya menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki rasa tidak aman tingkat tinggi. "Apakah Anda mau menjadi teman saya di facebook?" Jangan pernah tergoda untuk mengundang atasan Anda sebagai salah satu teman di jaringan sosial internet. Biarkan hubungan bisnis dan pribadi tetap berada dalam jalur yang berbeda. Lain halnya bila bos Anda yang meng-add Anda, atau di luar jam kantor Anda dan dia adalah sohib. "Itu bukan bagian dari tugas saya." Untuk menolak sebuah tugas yang Anda rasa tidak/ kurang mampu mengerjakannya, maka cukup katakan bahwa Anda tidak menguasai bidang itu. Jika bos menyarankan Anda untuk belajar atau mengambil kursus, maka terimalah, sebab siapa tahu bos ingin menaikkan pangkat. Dan, bila seandainya tidak, bukankah Anda sudah cukup diuntungkan dengan 'ilmu baru' Anda?! [break] "Saya sedang merencanakan pernikahan dan agak sibuk untuk pekerjaan tambahan sekarang." Jangan pernah membawa masalah pribadi ke kantor! Anda digaji untuk bekerja dengan baik. Jika ada urusan pribadi yang menyita waktu kerja Anda maka mintalah cuti. "Aku mengundurkan diri karena aku tidak tahan bekerja dengan Anda." Bahkan bila Anda membenci bos Anda, Anda tetap harus bisa menjaga sikap baik. Anda masih memerlukan surat rekomendasi darinya. Dan, lagipula siapa juga yang berani menjamin bahwa suatu hari kelak Anda tidak akan bekerja untuknya atau dengannya lagi. "Nafas Anda bau," atau "Dasi Anda norak sekali," atau "Apakah itu foto istri atau ibu Anda?" Hmm...jika kata-kata ini sampai keluar, maka Anda mungkin perlu belajar ilmu sopan santun lebih lagi. Jika Anda menyadari diri sebagai orang yang cukup ceroboh dalam berkata-kata, maka lebih baik bila Anda banyak berpikir dulu sebelum bicara. Terbukalah terhadap respon orang-orang sekitar pada tiap tingkah laku dan kata-kata Anda agar Anda tidak mengalami kesulitan akibat kata-kata yang teledor. Dan ingat, hal paling buruk yang bisa Anda lakukan adalah membicarakan tentang bos dengan semua orang. (cb/meg)
What's On Fimela