Inovasi Kain 'Tea Shirt', Ringan Namun Kokoh

FimelaDiterbitkan 02 September 2010, 12:00 WIB
Vemale.com - Adalah para ilmuwan dari Imperial College London dan para desainer dari Central Saint Martins College of Art and Design yang berjasa atas penemuan spektakuler tersebut. Mereka bahu membahu mengembangkan bahan kain baru yang dibuat dari minuman favorit warga Inggris, teh. Meski dibuat dari teh yang disamak, Tea Shirt, demikian namanya, memiliki tekstur menyerupai kulit dan bobotnya pun sangat ringan. Meski begitu, bahan ini ternyata sangat kuat dan tak mudah robek.
Bahan ini telah diuji coba dan berhasil disulap menjadi beragam rupa busana seperti kaos, jaket, gaun, hingga sepatu. Setelah teruji, tentunya bahan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para industri fashion. Proyek pembuatan bahan tersebut dipimpin oleh Suzanne Lee, yang notabene merupakan peneliti senior sekaligus desainer di Central Saint Martins College of Art and Design. Lee mengaku mendapat ide ini setelah menghadiri pertemuan dengan para ahli biologi beberapa tahun lalu. "Seorang menjelaskan bahwa mikroorganisme bisa diberdayakan untuk memintal selulosa sehingga menjadi bahan menyerupai tekstil. Jadi, kami mencobanya." (vem/meg)