Vemale.com - Ketika sedang bertandang ke kota Malang, saya menyempatkan diri untuk ngabuburit di kota yang terkenal makanannya enak-enak ini. Di salah satu bazaar takjil di kota Malang, mata saya tertarik oleh sebuah stand yang terlihat menempatkan sesuatu berwarna hitam ke dalam mangkuk-mangkuk. Terdorong rasa penasaran, saya mendekati stand itu. Oh, rupanya yang saya lihat tadi adalah mie ayam warna-warni!
"Mie-mie ini saya buat sendiri dengan pewarna-pewarna alami dan tanpa pengawet, karena itu disebut mie sehat," jelas ibu Erna, pemilik dan pembuat Mie Sehat Jakarta ini. Saat ini, bu Erna menyediakan tiga macam mie yaitu mie hijau, mie hitam dan mie jingga. Lebih jauh lagi bu Erna menjelaskan untuk mie hijau beliau menggunakan bahan baku sawi sebagai pewarnanya. Sedangkan untuk mie hitam, bu Erna menggunakan tinta dari cumi-cumi dan untuk mie jingga menggunakan wortel.
Oops..!! Saya langsung membayangkan rasa langu dari sayur-sayuran itu dan juga bau amis dari mie hitam. Namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk mencobanya. Saya putuskan saya akan mencoba ketiganya. Kebetulan saya bersama dua orang teman sehingga saya tidak perlu menghabiskan ketiga menu tersebut sendirian.
Saya memperhatikan mie tersebut diracik. Bu Erna menanyakan apakah saya mau menggunakan MSG atau tidak. Tidak hanya mie yang tanpa pengawet, konsep sehat juga dibawa ibu asli Malang ini dengan memberikan pilihan mau pakai MSG atau tidak. Selanjutnya, bu Erna menawarkan bakso sapi dan jamur yang juga dimasak kecap sebagai toping tambahan.
Kami tidak menunggu lama saat mie-mie tersebut terhidang di meja. Mencicipi satu per satu mie tersebut.. hmm... ternyata jauh dari prasangka saya sebelumnya! Mie hijau dan jingga yang terbuat dari sayur ini terasa segar di mulut dan tidak menyisakan rasa langu. Begitu pula dengan mie hitam yang sangat saya khawatirkan rasa amisnya, ternyata tidak amis sama sekali. Bahkan mie hitam ini terasa lebih gurih dibanding kedua mie yang lain. Tidak heran ketika saya tanya apa mie yang paling laris di sini dan bu Erna menjawab mie hitam itu yang paling diminati pengunjung!
Usaha mie ini dimulai ketika bu Erna dan pak Mari, suaminya, merasa resah karena anaknya gemar sekali makan mie sedangkan mie yang beredar di pasaran banyak yang diragukan kesehatannya. Bu Erna mulai membuat mie sendiri. Untuk menambah nilai nutrisi, bu Erna mempelajari bagaimana membuat mie warna-warni dengan menambahkan sayur dan pewarna alami lainnya. Oleh karena unik, bu Erna tertarik untuk menjual mie buatannya ini di Bekasi, tempat tinggal pasangan ini sebelum pindah ke Malang.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada bulan Januari 2010, keluarga bu Erna pindah ke Malang sehingga usaha bu Erna pun ikut dipindah ke Malang. Kemudian Mie Sehat Jakarta ini bergabung bersama ajang kuliner lain di Pujasera Makul. Namun belakangan mie unik ini sudah tidak bergabung dengan Pujasera Makul karena bu Erna lebih banyak menangani pesanan. Saat ini bu Erna sedang mempersiapkan mie seputih susu yang terbuat dari sari kedelai untuk mengembangkan usahanya. Selain rasanya yang khas, tentu kita juga akan mendapat manfaat dari nutrisi kedelai.
Berbeda dengan mie sejenis yang sedang marak di Jakarta-Bandung dan Bogor, bu Erna melabeli racikan mienya dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk mie biasa cukup Rp 6.000,00, sedangkan mie hijau dan jingga Rp 8.000,00. Mie hitam dihargai Rp 10.000,00, lebih mahal karena harga cumi juga jauh lebih mahal dibandingkan harga sawi dan wortel. Tertarik untuk memesan dalam jumlah banyak? Anda bisa menghubungi bu Erna di 08161654567. (vem/miw)
What's On Fimela
powered by