40 Tahun Martha Tilaar, Beautifying Indonesia

FimelaDiterbitkan 29 September 2010, 07:00 WIB
Vemale.com - Dimulai dari sebuah salon kecil di rumahnya, Martha Tilaar, mengembangkan misi untuk mengangkat keragaman warna-warna natural yang terkandung dalam kekayaan alam Indonesia. Dalam press conference yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 28 September 2010 lalu, Wulan Tilaar, mewakili Martha Tilaar Group menjelaskan tujuan perayaan 40 Tahun Martha Tilaar. Bukan semata sebuah pesta perayaan, namun lebih ke waktu untuk berbagi dan memberi kembali kepada masyarakat sekaligus untuk menstimulasi skill, networks, dan knowledge mereka. Tema Beautifying Indonesia sendiri meliputi 4 pilar; yaitu edukasi, hijau, kultur, dan empowering wanita yang diwujudkan melalui 8 aktivitas sepanjang tahun 2010 ini. Beberapa kegiatan tersebut antara lain seperti program beauty fund, gerakan 40.000 buku, green campus, beauty class, media gathering beautifying Indonesia, beauty heritage tour, beauty redemption, launching 4 buku, serta sebuah perhelatan akbar berbentuk beauty conference. Beauty conference yang diikuti 1500 peserta ini merupakan yang pertama dan terbesar. Dengan menghadirkan para ahli, gabungan seminar dan workshop kecantikan ini menawarkan ragam bahasan mengenai dunia kecantikan dengan puluhan pembicara/ narasumber asing maupun lokal. Para beauty master pun berbagi ilmu dan tips. Sebanyak 5 pembicara internasional dihadirkan seperti Gregoris Stravao (skin care specialist) dan Cyprus yang membicarakan mengenai anti aging system dengan menggunakan Radio Frequency. Theresia Chew Tan dengan Asia Spa Institute Board of Advisor yang menjelaskan mengenai Asia Spa dan Wellness Trend 2010. Make up artist asal Singapura, Yuan yang mendemonstrasikan mengenai run way stage makeup. Selanjutnya ada juga Dr Michele Delac dari USA yang menjelaskan trend terkini dalam Skin Care & Anti Aging, dan Joao Cabral dari Google yang membahas tentang pengembangan bisnis brand online dan aplikasinya.
Dalam seminar ini juga beberapa topik diusung para ahli lokal, seperti Chenny Han dan Darwis Triadi yang mengangkat topik makeup dan teknik pemotretan pre-wedding. Pada kesempatan ini, Chenny Han menjelaskan teknik baru, yaitu teknik make up air brush dengan penyemprotan yang menggunakan tekanan udara.
Dalam demonya, Chenny menjelaskan pemakaian foundation dengan menggunakan alat brush. Chenny menjabarkan cara ini terbukti lebih higienis untuk wajah. Sementara dalam sesi pemotretan pre-wedding, Darwis Triadi menjelaskan dalam pemotretan ini harus senatural mungkin, jangan terlalu banyak menggunakan lampu, cukup memanfaatkan satu sumber cahaya saja. Darwis juga menjelaskan bahwa pre wedding photo harus mengandung kaitan chemistry antara dua insan yang sedang jatuh cinta.
Para ahli lainnya seperti Tinuk Rifki tampil dengan riasan pengantin traditional ala keraton Yogyakarta. Tak ketinggalan Rudy Hadisuwarno berbagi ilmu koreksi wajah sesuai dengan potongan rambut yang tepat. Ada juga beberapa ahli salon lain yang mempraktekkan langsung teknik menata sanggul yang elegan. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini, puncaknya dimeriahkan oleh peragaan 43 perancang koleksi para anggota APPMI dan IPMI. (vem/ana/meg)
What's On Fimela