Vemale.com - Banyak orang yang masih berpendapat kalau mencuci mobil itu adalah hal yang maskulin dan merangkai bunga ala ikebana adalah hal yang feminin. Mengapa ada pekerjaan dan beberapa hal lain yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin? Simak penjelasan Cosmo berikut ini.
BUDAYA PATRIARKI
Pembedaan jenis pekerjaan dengan dasar jenis kelamin ini awalnya muncul karena adanya suatu sistem: Indonesia adalah suatu negara yang menganut sistem patriarki. Menurut feminis asal India, Kamla Bhasin, patriarki adalah sistem yang meletakkan pria dalam posisi dominan dan wanita dalam posisi ditentukan atau subordinat.
Kekuasaan penuh ada di tangan pria dan wanita hanya boleh menurut saja. Bahkan ada yang bilang kalau bahasa juga merupakan senjata utama untuk pembedaan, contohnya seperti julukan "ratu rumah tangga" untuk wanita, sebetulnya merupakan pujian sekaligus mengarahkan kalau wanita sebaiknya konsentrasi di pekerjaan domestik saja.
Seram ya terdengarnya? Tenang, ladies. Penempatan posisi ini sudah mulai bergeser, kok. Well, we should say thank you to all feminists yang berusaha untuk menghilangkan pembedaan atas nama jenis kelamin. Jadi, jangan heran jika sekarang banyak wanita yang berprofesi sebagai supir bus, pelatih bela diri atau pemimpin perusahaan. Para pria juga mulai banyak yang menunjukkan diri lewat profesinya sebagai chef, penari atau bahkan perancang busana.
Kini rasanya sulit menentukan pekerjaan mana yang lebih cocok untuk wanita, dan mana yang lebih cocok untuk pria. Perlahan-lahan persamaan gender ini mulai berjalan di kota-kota besar. And that's nice.
SALING MEMBUTUHKAN
Selain sistem, ada beberapa hal yang menyebabkan pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kelamin. Kekuatan fisik, misalnya. Jika diperhatikan, wanita yang memilih untuk menjadi pemain drum dalam sebuah grup musik cukup jarang. Wanita biasanya menjadi penyanyi, pemain gitar atau bass. Ini lantaran keterbatasan fisik wanita yang tidak sama dengan pria. Kekuatan fisik ini menjadi hal yang mutlak, sehingga terkadang wanita memang membutuhkan bantuan pria untuk beberapa hal. Begitu juga sebaliknya.
Sebenarnya yang perlu diingat, apa pun jenis kelaminnya, kuncinya adalah saling menghargai. Tapi Cosmo yakin, as the fabulous one, menghormati hak dan kewajiban setiap pekerjaan adalah yang sudah semestinya dilakukan. Jadi tidak perlu risau dengan isu pembagian pekerjaan berdasar gender. Tampak maskulin dengan membuka kap mobil dan mengisi air radiator sah-sah saja, kok. Sebagai makhluk sosial, manusia memang diciptakan untuk tidak hidup sendirian, kan? Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Itu sebabnya, setiap orang harus sadar bahwa dirinya diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain.
DID YOU KNOW?
Pria ternyata lebih manja dibanding wanita. Buktinya, 14% pria usia 25-34 tahun masih tinggal bersama orangtuanya, sedangkan wanita, hanya 8%.
Wanita dan pria punya selera humor berbeda. Wanita memikirkan jenis humor yang akan dilempar untuk dicerna dan dimengerti. Sedangkan pria tidak pernah memikirkannya dengan serius, selama mereka bisa tertawa mulai dari awal joke tersebut dilontarkan. Wanita berbicara sekitar 7000 kata per hari, sedangkan pria berbicara sekitar 2000 kata per hari.
91% guru sekolah dasar adalah wanita.
BERJAYA Di DUNIA PRIA
1878: revenge is sweet! Di usia 28 tahun, Cut Nyak Dhien menuntut balas kematian suaminya dengan memimpin ribuan rakyat Aceh memerangi pasukan Belanda.
1928: kalau Kongres Perempuan Indonesia tidak pernah dilakukan mungkin hak wanita Indonesia tidak akan merdeka sekarang. Hal ini jugalah yang menjadi cikal bakal hari ibu.
1951: jika di Amerika ada Amelia Earhart, maka Indonesia punya Mieke Wiweko. Tak banyak yang tahu kalau beliau adalah penerbang wanita pertama Indonesia.
2000 & 2004: dalam dua olimpiade berbeda, Lisa Rumbewas berhasil menyumbangkan dua medali perak lewat cabang olah raga nan macho: angkat besi.
2001: tanpa gelar sarjana, Megawati Soekarnoputri berhasil memimpin negara kaya budaya, Indonesia.
2008: wanita Indonesia yang menduduki posisi vital di Kepolisian RI masih bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah Brigjen Rumiah, Kapolda wanita pertama.
2010: sebelum Sri Mulyani, posisi orang nomor dua di Bank Dunia tidak pernah dipegang oleh warga di luar kebangsaan Amerika Serikat. Standing ovation for her! [initial]
Source: Cosmopolitan, November 2010, halaman 204
Provided by:
(Cosmo/meg)
(Cosmo/meg)
What's On Fimela
powered by