Patah Hati Bisa Diobati Dengan Acetaminophen

FimelaDiterbitkan 25 Februari 2012, 07:00 WIB
Vemale.com - Masalah cinta, entah itu cinta pada pasangan atau pada seorang teman dan keluarga, memiliki keunikan tersendiri, utamanya pada reaksi sakit yang diberikan ketika terjadi sesuatu. Walaupun permasalahan sebenarnya ada pada pikiran dan perasaan Anda, namun rasa sakitnya sungguh-sungguh terasa mencengkeram jantung, membuat pusing kepala dan bahkan membuat perut Anda terasa seperti diremas-remas. Jika gejalanya begitu nyata, seharusnya rasa sakit ini juga bisa diobati dengan obat-obatan fisik yang nyata pula. Dugaan ini mengantar para peneliti mengadakan sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan di Psychological Science. Dalam penelitian tersebut diuji, apakah acetaminophen yang biasa digunakan untuk keseleo dan mengatasi sakit kepala juga bisa meredakan sakit secara emosional juga Seperti diberitakan oleh fyiliving, ketua penelitian, Dr. C.N. DeWall mengatur dua percobaan untuk membuktikan apakah hal itu bisa terjadi. Sebanyak 62 orang dewasa diberi pil dosis 500 mg setiap harinya selama tiga minggu, satu di pagi hari dan satu lagi di malam hari. Tiga puluh orang mengonsumsi pil acetaminopen dan 32 lainnya mengonsumsi placebo saja sebagai kontrol. Setiap malam, para partisipan mengukur rangking mereka sendiri di Hurt Feelings Scale, di mana mereka melaporkan berapa kali dan berapa lama mereka mengalami penolakan sosial sepanjang hari. Diukur dari hari ke-9 hingga hari ke-21 masa percobaan, mereka yang minum acetaminophen terbukti membuat orang merasa lebih tidak sakit hati ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi placebo. Demikian pula pada penelitian kedua di mana sebanyak 25 partisipan mengonsumsi pil dengan lebih sering, yaitu dua di pagi hari dan dua di malam hari. Obat pereda rasa sakit ini masuk akal digunakan untuk mengobati sakit hati karena sesuai dengan penelitian sebelumnya, perasaan sakit karena luka fisik dan karena penolakan sosial ternyata direspon oleh otak di bagian yang sama. Aktivitas obat pereda sakit yang langsung membidik di sistem syaraf pusat diduga para ahli memiliki mekanisme yang sama dalam menyembuhkan luka emosional. Satu hal yang perlu diingat, gunakan obat pereda sakit di bawah pengawasan dokter dan dengan dosis yang aman. (vem/miw)
What's On Fimela