Sejak Tanggal 17 Februari 2014 lalu, telah digelar pameran kaligrafi Chan (Zen) karya Chan Master Chi Chern di Main Atrium Grand Indonesia. Pameran tunggal ini merupakan yang pertama kali dilakukan Chi Chern sebelum bertolak ke Malaysia, Cina, Singapura danTaiwan.
Tidak hanya memamerkan karyanya yang sudah jadi, Chan Master Chi Chern juga menunjukan kebolehan membuat kaligrafi di depan mata puluhan orang. Menurut Chan Master Chi Chern, acara ini ditujukan untuk memperkenalkan kaligrafi Chan melalui tulisan dan lukisan.
"Chan adalah Buddhisme Cina. Dalam perkembangannya di negara-negara Asia nama Chan pun berubah sesuai kehidupan masyarakat negara tersebut. Kian lama mengembang dalam seni kaligrafi, arsitektur, lanskap, merangkai bunga, seni minum the dan sebagainya," ujarnya di Jakarta.
Dalam pameran yang berlangsung hingga 23 Februari 2014 di Sky Bridge lantai 1 ini, Chi Chern sengaja mendominasikan kata Chan (meditasi) atau bait-bait sutra hati (ajaran Buddha) pada 17 karya. Selain itu, terdapat 23 buah karyanya yang dilelang. Sedangkan karya yang tidak dipajang bisa dilihat melalui booklet yang disediakan.
Hasil dari pelelangan tersebut kemudian akan didonasikan untuk berbagai kegiatan sosial. Tidak hanya seorang master seni kaligrafi Cina yang mengajar di beberapa negara, pria berusia 59 tahun ini juga dikenal sebagai Tea Master dan sastrawan. Kemahiran-kemahirannya inilah yang membuat karya dan namanya dikenal dunia.
(vem/rsk)