Kesehatan Membaik, Justru Saat Orangtua Siapkan Pemakamanku

Fimela diperbarui 19 Mei 2017, 14:05 WIB

Ada banyak anak-anak yang menderita kanker, dan leukemia adalah salah satu yang paling banyak diderita dan muncul pada seseorang sejak masih anak-anak. Hal ini juga yang dialami anak bernama Abby Furco.

Di usianya yang ke-10 tahun, dokter mengatakan ia hanya punya waktu 48 jam saja untuk hidup setelah menjalani banyak pengobatan dan terapi. Ayah dan ibu Abby, Joe dan Patty, terpaksa harus mulai menyiapkan pemakaman anak perempuannya tersebut. Namun justru di saat itulah Abby terbangun.

Pertama kali mendapat diagnosis, Abby masih berusia 4 tahun, ketika dokter memberi tahunya bahwa harapan hidupnya hanya 20% saja. Setelah itu, Abby hampir menghabiskan hidupnya keluar masuk rumah sakit menjalani pengobatan. Abby menderita tipe leukemia yang cukup langka bernama Philadelphia Chromosome positive acute lymphoblastic leukemia.

Sayangnya, penyakit ini tidak mempan dilawan dengan kemoterapi biasa dan harus menjalani kemoterapi khusus. Setelah pengobatan itu, tahun 2013, Abby sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan bermain seperti anak-anak lainnya.

Namun semua itu tak berlangsung lama, 11 bulan kemudian penyakit itu kambuh lagi. Kali ini Abby harus menjalani transplantasi sumsum tulang belakang. Sayangnya, bahkan setelah operasi kedua, hasilnya tidak terlalu baik karena donor sumsum tulangnya justru menyerang tubuh Abby.

Kedua ginjal Abby akhirnya tidak berfungsi, Abby mengalami gagal ginjal dan ia harus menjalani dialisis selama 24 jam per hari. "Saat itulah dokter memberi tahu kita untuk melepaskannya pergi," ujar Patty dalam People.com.

Namun saat Abby dibawa kembali ke rumah, kesehatannya justru mulai membaik. Para dokter juga terkejut dengan perkembangan ajaib ini. Kini Abby sudah bisa bersekolah dan bertemu teman-temannya lagi. Ia juga masuk dalam organisasi penggalangan dana untuk para anak-anak penderita kanker di tempatnya.

(vem/feb)