Rich dan putra bungsunya, Ej, menanam pohon di dekat rumah untuk mengenang Carolynne.
Ej masih sangat kecil dan hari pertama ia sekolah, seluruh keluarga menemaninya untuk menggantikan Carolynne.
Namun ia berusaha untuk bisa mengisi kekosongan hati anak-anaknya sepeninggal sang istri.
Namun Brian, anak keduanya, merasa hal ini tak akan pernah mudah. Ia jadi sensitf dan sering berdebat dengan ayahnya.
Carolynne meninggal hari itu, di bulan Februari 2007, dikelilingi anak dan suaminya yang sangat sedih karena kehilangannya.
Di hari terakhir dalam hidup Carolynne, Melissa, putri sulungnya, melakukan kompetisi olahraga untuk membuat ibunya bangga dan mengurangi kesedihan di hatinya.
Dan yang paling menyedihkan adalah bagaimana Rich, suaminya, harus memilih peti mati serta menyiapkan pemakaman bila istrinya meninggal nanti.
Carolynne mulai melemah dan sedih karena tak bisa mengajak putra bungsunya bermain di luar rumah.
Rambutnya telah habis dan ia memutuskan ingin lebih banyak bersama keluarga.
Keluar masuk rumah sakit dengan didampingi sang suami yang begitu setia.
Carolynne St Pierre, divonis kanker hati langka, ketika anak bungsunya masih 5 tahun.