Ladies, perceraian memang bukanlah keinginan semua orang. Namun kadang, perceraian tidak bisa terelakkan karena hancurnya rumah tangga sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Lalu bagaimana dengan anak-anak?
Dikutip dari situs babycenter.com, sebuah riset dilakukan untuk menganalisa 7.500 orang dewasa yang orang tuanya pernah bekerja. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin ini menemukan bahwa 74% anak yang orang tuanya bercerai tinggal bersama ibunya, 11 persen lainnya tinggal bersama ayahnya dan sisanya tinggal bersama orang lain atau saudara.
Selain itu, anak yang tinggal bersama ibunya biasanya tidak terlalu dekat dengan ayahnya, atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan sedikitnya waktu yang dihabiskan anak dengan orang tua yang tidak tinggal bersamanya, dan sebaliknya terlalu banyaknya waktu yang dihabiskan dengan orang tua yang tinggal bersamanya.
Kebersamaan yang tidak seimbang ini juga menyebabkan anak memiliki hubungan yang tidak seimbang dengan kedua orang tuanya. Meskipun begitu, ada upaya untuk mengurangi hal ini terjadi lebih parah. Orang tua haruslah bekerja sama untuk membagi waktu mereka bersama terutama jika anak masih berusia di bawah 5 tahun.
Di Amerika sana Ladies, ada juga yang nekat tinggal bersama meskipun telah bercerai demi menjaga perkembangan anak mereka. Namun sebenarnya hal ini malah berakibat buruk bagi anak. Pertengkaran yang terjadi di dalam rumah hingga akhirnya terdengar oleh anak justru akan merusak kedaimaian jiwa anak.
Jadi Ladies, perceraian memang tidak baik dan efeknya pun tidak baik bagi anak. Namun jika Ladies dan mantan suami bisa bekerja sama dengan baik, jangan terlalu khawatir pda perkembangan anak.
Kustin Ayuwuragil D
(vem/ova)