Penyakit Seksual Menular IV: Klamidia

FimelaDiterbitkan 10 Oktober 2013, 17:10 WIB

Ladies, seorang wanita mengalami keputihan merupakan hal biasa. Tapi lain lagi jika keputihan terjadi akibat dari penyakit seksual bukanlah sebuah penyakit yang sepele. Karena penyakit tersebut dapat mengakibatk kematian. Apalagi jika seorang wanita dengan penyakit tersebut melakukan hubungan intim dengan pasangannya, maka pasangannya juga akan terkena penyakit seksual tersebut.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri. Penyakit klamidia ini termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.

Seperti yang dijelaskan pada situs std-gov.org, gejala yang ditimbulkan dari penyakit klamidia ini diantaranya:
- Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan.
- Nyeri di rongga panggul.
- Perdarahan setelah hubungan seksual.
- Komplikasi yang mungkin terjadi, biasanya menyertai gonore, penyakit radang panggul, kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian, infeksi mata pada bayi baru lahir sehingga memudahkan penularan infeksi HIV pada si bayi.

Untuk mencegah keputihan akibat penyakit seksual ini adalah hanya dengan penggunaan kondom saat melakukan hubungan seks. Jika ingin menggunakan spermicide yang mana spermicide ini merupakan sejenis zat pembunuh sperma, periksalah aturan pemakaiannya kepada dokter spesialis yang menangani penyakit ini karena bisa saja organ kewanitaan alergi dengan spermicide ini.

Oleh: Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)
What's On Fimela