Penyakit menular seksual (PMS) dengan nama klamidia ini termasuk dalam jenis bacterial infection. PMS yang bersifat bacterial dapat diobati dengan dosis antibiotic yang tepat dan menghindari aktivitas seksual aktif sebelum penyakit betul-betul sembuh. Dua jenis antibiotik yang paling umum digunakan untuk menangani klamidia adalah azithromycin (dosis tunggal per hari) dan doxycycline (2 kapsul per hari selama seminggu).
Menurut nhs.co.uk, jika seorang pasien klamidia memiliki alergi terhadap antibiotic tertentu, atau sedang hamil saat menjalani perawatannya, maka biasanya dokter akan memberikan obat yang ditujukan untuk penggunaan medium-term, misalnya hingga 2 mingguan, karena dosisnya yang dikecilkan. Beberapa diantaranya adalah ofloxacin dan erythromycin. Atau, untuk kehamilan yang lebih tenang biasanya dokter akan memberi resep amoxicillin atau azithromycin.
Jika Anda adalah pelaku seksual aktif yang belum menikah, sebaiknya segera menghubungi pasangan seksual Anda, be it your recent boyfriend or recent ex-boyfriend. Dokter menyarankan pasangan seksual selama 6 bulan terakhir untuk melakukan tes juga, karena kemungkinan besar ikut terinfeksi bakteri klamidia ini.
Meskipun pengobatan infeksi klamidia ini terdengar simpel, bukan berarti antibiotik yang diberikan di atas tidak memiliki efek samping. Efek samping yang biasanya terjadi cukup ringan, yakni mulai dari sakit perut yang teramat sangat, diare, dan demam berkepanjangan. Pada beberapa kasus yang parah memang bisa berujung pada infeksi indung telur (candida). Jenis doxycycline juga bisa menimbulkan photosensitivity jika penderita terlalu lama berinteraksi dengan sinar matahari.
Oleh: Mazhi
(vem/rsk)