Katanya, para wanita yang mempunyai sederet life-achievement juga cenderung memiliki durasi bercinta yang tidak kalah panjangnya. Wah, benarkah itu, Ladies?
Sebuah penelitian yang dilansir oleh dailymail.co.uk mempelajari keterkaitan antara hormon, libido, dan watak seorang wanita. Penelitian ini menemukan bahwa ternyata wanita yang mempunyai kadar hormon testosteron yang lebih tinggi dari wanita biasanya juga secara alami mempunyai dorongan seksual yang lebih besar.
Nah, Ladies, hormon testosteron ini juga yang berperan dalam membangkitkan ketertarikan wanita tersebut untuk terlibat dalam aksi beresiko tinggi. Misalnya, berani mengambil keputusan-keputusan penuh resiko dalam perjalanan karir, mengemudikan motor sport dengan ngebut, dan sejenisnya. Sehingga, ia cenderung menampakkan perilaku ambisius sehingga lebih sukses ketika berkarir.
Namun, para pakar psikologi banyak yang menentang temuan ini. Masalahnya, menurut mereka, terletak pada: apakah perilaku dan kepribadian kita dipengaruhi hormon, atau justru hormon yang yang dipengaruhi oleh kepribadian dan perilaku kita?
Dr Chris Simpson , anggota Royal College of Psychiatrists, menyimpulkan bahwa bisa saja kedua kemungkinan itu benar. Misalnya, jika seorang wanita bekerja di lingkungan yang kompetitif dan didominasi oleh pria seperti bisnis dan perbankan, ia mungkin akan beradaptasi menjadi lebih tegas dan agresif, sehingga level hormon testosteron naik. Atau, bisa juga ia berani terjun ke lapangan tersebut karena hormon tersebut membuatnya tertantang untuk maju dan meraih prestasi.
Jadi, sedikit banyak kita memang bisa membaca tinggi rendahnya gairah seorang wanita dari sepak terjangnya dalam karir, Ladies!
Oleh: Adienda Dewi S.
(vem/rsk)