Meskipun terbilang kurang populer, keberadaan orang-orang dengan kelainan psikis dalam kehidupan seksual masih mendapat perhatian dari orang-orang di sekitar dan di dunia maya. Dan layaknya orang dengan kehidupan seksual yang normal, pengidap kelainan seks memiliki beberapa fakta yang diplesetkan seperti dilansir oleh bitchmagazine.org. Berikut ini macam-macamnya:
1. Dominan selalu menjadi pengontrol.
Hal ini tak sepenuhnya benar. Meskipun aktivitas BDSM nampak kasar, Dominan selalu memperhatikan keadaan dan kondisi pasangan. Rasa sayang dan kepedulian tetap ada dan si Dominan tetap mendengarkan apa yang diinginkan pasangannya. Contohnya, apabila dalam perilaku atau aktivitas tertentu si pasangan ingin berhenti, di sinilah perhatian itu akan terlihat.
Contoh lain adalah si Dominan menggunakan kata-kata yang manis dan lembut sehingga pasangan tidak akan terbawa oleh rasa sakit yang mungkin saja berlebihan. Hal ini juga untuk menunjukkan rasa sayang.
2. Dominan memiliki trauma, kenangan gelap dan menjadi korban kekerasan fisik.
Hal ini juga tak sepenuhnya benar. Dalam konsep BDSM, pasangan akan bergantian untuk menjadi Dominant dan Submissive, jadi lebih sebagai peran dibanding kecenderungan.
3. Submissive adalah seseorang yang lemah.
Dalam aktivitas BDSM, bukan siapa yang lemah atau siapa yang lebih kuat. Namun, siapa yang ingin menjadi Dominant atau Submissive. Seperti yang sudah disebutkan di atas, pada akhirnya, seorang Dominant akan berganti Submissive dan juga sebaliknya.
Oleh: Afif Mukminin
(vem/riz)