Ladies, pria diciptakan untuk wanita, begitu pula sebaliknya. Fakta ini cocok jika tujuan berhubungan seks adalah untuk melanjutkan keturunan. Tapi, kalau tujuannya hanya untuk berhubungan seks itu sendiri, banyak variasi aktivitas seksual yang mungkin dilakukan manusia.
Salah satu dari variasi aktivitas seksual itu adalah eksibisionisme. Eksibisionisme dikategorikan sebagai kelainan seks karena penderitanya melakukan aktivitas seksual di tempat umum dan mengganggu orang lain. Kok bisa ya?
Menurut psychologytoday.com, ada beberapa teori yang bisa menjelaskan kenapa seseorang bisa menderita eksbisionisme. Teori-teori itu adalah: Behavioristik, Psikoanalisis, dan Fisiologi.
Kelainan seks (tak hanya eksibisionis) adalah fenomena yang unik lho, Ladies. Penyebabnya tak hanya satu. Kenapa?
Manusia adalah makhluk yang nyata secara fisik maupun psikis. Terkadang sakit kepala bukan disebabkan kurangnya aliran darah ke otak, tapi karena kerjaan yang menumpuk. Begitu juga pingsan. Ada yang pingsan karena kekurangan darah, ada juga pingsan karena takut darah.
Jadi, manusia itu bisa dipahami dari banyak kacamata ilmu pengetahuan.
Kembali ke penyebab Eksibisionisme. Teori Behavioristik dan Psikoanalisis menganalisa penyebab psikis penderita eksibisionisme. Sedangkan Ilmu Fisiologi mencoba menjelaskan penyebab Eksibisionisme secara lebih empiris.
Menarik kan, Ladies? Semakin banyak jawaban untuk satu masalah, semakin kaya, bukan?
Masing-masing teori memiliki penjelasan unik yang akan dibahas secara khusus di artikel-artikel selanjutnya. Jadi, teruskan membacanya, ya.
Oleh: Sahirul Taufiqurrahman
(vem/riz)