Prosesi Pernikahan Adat Sunda, Nincak Endog

FimelaDiterbitkan 24 April 2014, 10:47 WIB

Ladies tak perlu bingung ketika mendengar istilah nincak endog. Istilah tersebut merupakan prosesi dalam pernikahan adat Sunda dimana mempelai pria akan menginjak telur dan mempelai wanita harus membersihkan kaki mempelai pria tersebut. Wah, kenapa harus begitu ya? Sebenarnya apa sih makna nincak endog?

Upacara ini, disalir dari laman expat.or.id, diawali sang wanita berdiri di dalam rumah atau area diadakannya nincak endog, sedangkan sang pria berada di luar rumah atau area tersebut. Hal ini dimaksudkan sebagai penggambaran bagaimana kedua insan bertemu dan akhirnya menjadi pasangan.

Seperti pada saweran, nincak endog juga menggunakan beberapa benda yang bermakna khusus, seperti harupat, ajug, endog, elekon dan kendi. Pertama, harupat atau tujuh buah lidi akan dibakar dan dilempar sejauh mungkin sebagai simbol buang sial atau untuk menghindarkan pengantin dari kehidupan yang bermasalah.

Kemudian, ajug atau lilin kembali digunakan dalam prosesi upacara pernikahan Sunda karena lilin dianggap memiliki sinar yang dapat memberikan sumber kehidupan dan kebahagiaan. Elekon, bambu yang berongga, juga disiapkan di sekitar lokasi nincak endog sebagai tanda bahwa pasangan tersebut akan memulai hidup baru mulai dari nol.

Selanjutnya adalah telur dan kendi (tempat air). Setelah mempelai pria menginjak telur, mempelai wanita akan membersihkan kaki mempelai pria dengan air dari kendi. Terakhir, mempelai pria akan memecahkan kendi tersebut.

Dengan begitu, nincak endog telah berakhir, Ladies. Secara keseluruhan, prosesi ini mengandung makna bahwa mempelai wanita harus berbakti pada suaminya.

Oleh: Rahma M. Tyas

(vem/ver)
What's On Fimela