Sex Tape? Boleh Dicoba, Asal…

FimelaDiterbitkan 05 Mei 2014, 10:33 WIB

Masih ingat kasus video mesum penyanyi band papan atas, Ariel ‘Noah’, beberapa tahun yang lalu? Well, Ladies, sebetulnya merekam kegiatan bercinta sah-sah saja dilakukan karena toh tidak akan merugikan siapapun jika penyimpanannya rapi dan tidak ceroboh.

Anda dan pasangan malah bisa mengenang masa-masa indah seperti bulan madu jika kegiatan bercinta pada saat itu Anda rekam secara pribadi. Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda perhatikan, ya, sebelum memutuskan untuk merekam kegiatan intim Anda dan pasangan. Berikut telegraph.co.uk membeberkannya untuk Anda.

Jangan sampai ini menjadi keputusan sepihak
Jika salah satu di antara Anda atau pasangan mengusulkan untuk merekam kegiatan bercinta Anda, sebaiknya hal tersebut dibicarakan berdua terlebih dahulu. Jangan tiba-tiba saat sedang asyik foreplay, salah satu dari Anda tiba-tiba mengeluarkan kamera dan langsung merekam. It can kill your love-making mood, or worse, membuat Anda berdua malah bertengkar.

Kehadiran kamera bisa saja mengganggu kenyamanan
Mungkin salah satu dari Anda pada akhirnya merasa tidak nyaman akan adanya kamera yang ‘mencatat’ setiap gerak-gerik Anda saat bercinta. Perasaan seperti sedang ada yang menonton mungkin muncul dan malah membuat kegiatan bercinta menjadi rikuh dan tidak syahdu lagi.

Takut jika salah satu dari Anda menunjukkan rekaman ini kepada orang lain
Mungkin ‘pride’ yang Anda atau pasangan miliki membuat salah satu di antara Anda berhasrat untuk menunjukkan ‘masterpiece’ rekaman bercinta kepada orang lain yang dianggap dapat dipercaya. Namun, bagaimanapun terpercaya seseorang bagi Anda atau pasangan, harusnya rekaman bercinta hanyalah menjadi konsumsi pribadi saja. Jika perlu, buatlah perjanjian hitam di atas putih, Ladies.

 

Oleh: Mazhi

(vem/riz)
What's On Fimela