Anda pasti setuju, bahwa terdapat etika berpakaian tersendiri untuk menghadiri pesta pernikahan kan, Ladies? Memang, memilih baju resepsi pernikahan bisa sedikit kaku dan merepotkan. Namun, pernah tidak sih Anda bertanya-tanya, mengapa ada tuntutan yang mengikat dalam ha?
Ladies, pernikahan bukanlah momen yang biasa. Pernikahan merupakan sebuah event monumental dalam hidup setiap manusia, dimana peristiwa tersebut juga menandai berakhirnya suatu fase kehidupan dan mulainya sebuah fase yang baru dan menjadi titik balik kehidupan dua orang.
Karena itulah, pernikahan merupakan sebuah perayaan kebahagiaan sekaligus event yang sangat khidmat dan sakral. Nah, berangkat dari sinilah, tamu undangan pernikahan ini diharapkan bisa ikut merayakan kebahagiaan kedua pengantin namun tetap dengan tata krama, yang ditunjukkan lewat cara berpakaian.
Maka, seperti yang dijelaskan oleh dressofthewedding.com, Anda diharapkan menunjukkan rasa hormat dan respek pada kedua pengantin ini lewat cara berpakaian yang pantas. Pantas disini maksudnya selaras dengan spirit kekhidmatan acara tersebut ya, Ladies.
Karena dalam tatanan sosial busana rapi dan formal merupakan pertanda hormat, maka busana tersebutlah yang dianggap pantas untuk melengkapi suasana pernikahan. Kebalikannya, busana santai seperti jeans dan kaus, meskipun dianggap pantas di kehidupan sehari-hari, akan tampak meremehkan acara pernikahan karena Anda terlihat tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang penting.
Selain menghindari pakaian santai yang tampak meremehkan, Anda juga tidak diharapkan untuk berpakaian berlebihan yang bisa mengalahkan aura sang pengantin sendiri. Karena bagaimanapun, sang pengantin lah yang paling berhak untuk bersinar di momen spesialnya sendiri, bukan?
So, remember, your dress communicates your attitudes, Ladies!
Oleh: Adienda Dewi Saraswati
(vem/ver)