Peyakit alat kelamin yang menyerang wanita maupun pria tidak selalu berbahaya kok Ladies. Ada beberapa penyakit yang mungkin bisa disebut kelainan, karena tidak menimbulkan sakit sama sekali seperti contohnya spermatocele.
Penyakit yang menyerang pria ini bisa terjadi pada pria mana pun tidak memandang ras atau etnik tertentu. Dikutip dari www.urologyhealth.org, diperkirakan sekitar 30 % dari semua pria memiliki spermatoceles kecil hingga ukuran sedang. Resiko ini meningkat seiring bertambahnya usia pria antara 40-60 tahunan.
Karena spermatocele biasanya tidak menimbulkan gejala dan kantung tetap pada ukuran yang sama, seorang pria bahkan tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang memiliki spermatocele. Ini mungkin akan ditemukan ketika seorang pria memeriksakan masalah pada alat vitalnya dan tanpa sengaja menemukan spermatocele di dalam skrotum.
Diagnosa yang dilakukan dokter bisa berupa penyinaran pada daerah testis dan spermatocele yang menunjukkan bahwa kantung bukan merupakan tumor padat tetapi lebih cenderung ke pertumbuhan kista jinak. Pemeriksaan USG juga mungkin dilakukan dan ini merupakan salah satu tes yang cepat, tidak mahal dan efektif untuk mengetahui diagnosa.
Spermatocele umumnya tidak perlu penanganan khusus atau dibiarkan begitu saja asal tidak mengganggu. Namun ada kemungkinan para pria mengalami nyeri atau sakit karena spermatocele yang membesar atau mungkin hanya khawatir kista jinak itu akan berkembang ke arah yang tidak diinginkan, sehingga meskipun tidak berbahaya para pria memilih untuk mengobatinya, Ladies.
Oleh : Anindya Febi
(vem/)