Seringkali orang menganggap bahwa persiapan menjelang pernikahan terbatas pada persiapan ijab Kabul dan resepsi pernikahan yang menyita banyak waktu, tenaga, dan biaya. Padahal, ada persiapan lain yang sebenarnya lebih penting dibandingkan kedua hal tersebut, yaitu persiapan mental kedua mempelai.
Pernikahan bisa dikatakan sebagai sebuah chapter baru dalam kehidupan manusia. Namun, tak banyak pasangan yang akan menikah menyadari bahwa komitmen pernikahan sepanjang hidup akan memberi banyak perubahan dalam hidup yang tidak selalu menyenangkan.
Untuk itu, kesiapan mental bagi calon mempelai merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam rangka menyambut kehidupan pernikahan. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dikutip dari situs marriage.ygoy.com yang perlu dijawab oleh calon mempelai pria dan wanita untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mental menjelang pernikahan:
1. Apakah usia anda dikatakan cukup untuk menikah?
2. Apakah anda merasa siap untuk berbagi space dengan pasangan anda?
3. Apakah anda dan pasangan sudah siap untuk melaksanakan tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan?
4. Sudahkah selama ini anda menghabiskan waktu yang cukup dengan pasangan?
5. Apakah keputusan untuk menikah datang dari anda dan pasangan sendiri, bukan under pressure?
6. Bagaimana prioritas hidup anda akan berubah setelah menikah?
7. Bagaimana perubahan kehidupan sosial yang akan terjadi setelah anda menikah?
8. Seberapa cocok anda dan pasangan dalam berkomunikasi?Oleh:
Oleh: Pravianti
(vem/ver)