Benarkah Kacang Almond Dapat Menimbulkan Jerawat? (Part 1)

FimelaDiterbitkan 27 Agustus 2014, 17:19 WIB

Ladies, banyak isu yang berkembang luas di masyarakat terkait masalah kacang yang termasuk kacang almond yang disinyalir sebagai penyebab timbulnya masalah kulit yakni jerawat. Benar tidaknya itu relative ternyata, Ladies. Sebenarnya, jika mau ditelisik lebih jauh mengenai manfaat atau kerugian dalam mengkonsumsi kacang almond akan dapat menjawab pertanyaan yang satu ini.

Secara umum, memang tidak semua orang dapat tahan dengan vitamin ataupun zat-zat lain yang terkandung di dalam kacang terutama kacang almond. Nah, karena itulah, berbagai macam reaksi negative keluar karena alasan respon negative terhadap zat dari kacang almond yang dianggap sebagai racun dan ditolak oleh tubuh. Salah satunya adalah dalam bentuk jerawat.

Atau bisa juga pada awalnya, kulit Anda yang tidak toleran terhadap jenis makanan tertentu sudah tergolng dalam kategori berpotensi atau mudah untuk terkena jerawat. Berdasarkan pada sumber id.answers.yahoo.com, hal ini karena zat yang dianggap racun tersebut dapat mengaktifkan kelenjar pada kulit yang disebut dengan kelenjar sebum atau dikenal juga dengan sebutan kelenjar minyak sehingga bisa memperparah jerawat Anda.

Setelah produksi kelenjar minyak menjadi lebih banyak dibandiingkan dengan biasanya, maka akan terjadi penyumbatan saluran folikel pada pori-pori kulit serta inflamasi di bawah permukaan kulit sehingga timbullah jerawat yang sangat menggangu.

Sebuah penelitian yang dilangsir pada www.kawankumagz.com, mengenai pengaruh kacang almond terhadap timbulnya jerawat yang telah dilakukan oleh American Academy University of Dermatology menghasilkan temuan yang menolak mitos yang berkembang luas di masyarakat terkait mengenai hal ini. Faktanya, jerawat tidak disebabkan karena konsumsi kacang-kacangan, ice cream, maupun coklat.

Nah, lantas apa sih sebenarnya yang menyebabkan timbulnya jerawat yang kadang tak terhentikan lagi itu? Ingin tahu? Simak pada artikel selanjutnya ya, Ladies.

Oleh: Pipit Pratiwi

(vem/ver)