Bulan Ramadan, Ibnu Jamil Sesuaikan Waktu Olahraga

Sutikno diperbarui 15 Mei 2019, 17:38 WIB
"Ya bulan puasa sih bukan berarti kita untuk berhenti beraktifitas, tetaplah hobi, olahraga, ya tetep aja bisa dijalankan asal sesuai dengan apa porsinya masing-masing gitu, dan juga tinggal jamnya aja," ungkap Ibnu Jamil di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (12/5/2019). (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
"Kalau biasanya di hari biasa olahraga siang masih bisa lari di treadmill, tapi kalau untuk bulan puasa paling biasanya itu sebelum buka sama setelah sahur paling enak lari jogging jogging kecil gitu," lanjutnya. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
Selain itu, saat memiliki waktu luang jelang berbuka, ia juga memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan olahraga. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
"Melakukan olahraga permainan kayak sepakbola, basket sambil ngabuburit tuh enak banget sih jadi pas nanti capek atau awalnya tiba-tiba terdengar suara adzan, jadi olahraganya dapat, sehatnya dapat," tuturnya. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
Ayah satu orang anak itu menambahkan, bahwa olahraga sudah menjadi gaya hidupnya. Dengan rutin berolahraga, bisa menjaga kebugaran tubuhnya. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
Dengan olahraga rutin, ia berharap hari tuanya nanti masih bisa tetap melakukan olahraga seperti lari, jalan-jalan dan bahkan naik gunung. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)
"Yang jelas nanti di usia tua nanti, gue masih bisa lari, jalan-jalan, masih bisa naik gunung, pokoknya gue nggak mau ngerepotin di hari tua nanti. Gimana caranya? Pola hidup sehat dari sekarang. Olahraga, makanan, sama tidurnya juga bener," ujar Ibnu Jamil. (Deki Prayoga/ @Fimela.com)