Maudy Koesnaedi Ceritakan Orang Rimba Lewat Pentas Beralas Bumi, Beratap Langit

SutiknoBambang E. Ros diperbarui 30 Sep 2019, 20:38 WIB
Teaterikal persembahan Komunitas Panggung Bercerita yang di prakarsai Maudy Koesnaedi ini mengangkat kisah kehidupan dan budaya Orang Rimba, masyarakat adat yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. (Bambang E Ros/Fimela.com)
“Pementasan ini berawal ketika tahun lalu saya membacakan narasi tentang makna pohon Sentubung dan Sengoris dalam kehidupan orang rimba pada acara Sokola Institute, yang mendorong saya untuk mengenal budaya mereka lebih jauh,” ujar Maudy. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Terinspirasi dari hal ini, Maudy melakukan survey dan bertemu Pengendum (perwakilan orang rimba), lalu membuat catatan serta menangkap suasana di dalam hutan untuk dapat menuangkannya dengan baik dalam satu pertunjukan. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Dalam pementasan berdurasi enam puluh menit itu, lakon yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini memaparkan kebudayaan orang rimba dalam kehidupan mereka dengan alam, membentuk keseimbangan orang-orang yang beralas bumi, beratap langit. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Bagi mereka, hutan merupakan sumber makanan, obat-obatan, segala sumber penghidupan bagi mereka. Dengan terapan aturan adat yang berlaku bagi siapapun tanpa pengecualian, apalagi soal menjaga hutan dan alam. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Pementasan gratis berlangsung pada 27 dan 28 September 2019 mulai pukul 15.00 WIB, di Studio 7 TVRI Senayan, Jakarta ini, diharapkan dapat menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga alam, selain mengenalkan kekayaan budaya bangsa. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Hal lain yang menggerakan hati istri dari Erik Meijer ini berasal dari cerminan putra Maudy sendiri, Eddie Meijer yang melihat hutan hanya ketika dia berada di luar negeri. (Bambang E Ros/Fimela.com)
“Saya ingin pas dia (Eddie Meijer) besar, masih bisa lihat hutan di Indonesia itu seperti apa. Saya rasa usaha seperti pementasan ini akan melestarikan budaya dan ikut mengajak menjaga alam kita,” pungkas Maudy Koesnaedi. (Bambang E Ros/Fimela.com)