Maudy Koesnaedi Tertantang Nembang Jawa di Wayang Orang Sang Sukrasana

Ruben SilitongaSutiknoBambang E. Ros diperbarui 02 Nov 2019, 11:00 WIB
Bersama Lukman Sardi, Asmara Abigail, Ruth Marunu, Kenthus Amprianto, Inayah Wahid, Tina Toon, dan pemain lainnya, aktris cantik Maudy Koesnaedi tengah mendalami seni pertunjukan untuk gelaran Wayang Orang Sang Sukrasana. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Pentas yang akan diselenggarakan pada 17 November 2019 mulai pukul 16.00 WIB di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta ini memberikan tantangan lain bagi Maudy, yaitu saat dirinya harus menyanyikan tembang Jawa tradisional (nembang). (Bambang E Ros/Fimela.com)
“Tantangan terbesarnya nembang. Soalnya nada musik gamelan itu terbatas, dan nadanya sangat tinggi. Saya sulit mencapai nada-nada itu, apalagi sayan bukan penyanyi,” papar Maudy pada Kamis (31/10/2019) di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Aktris berusia 44 tahun ini juga merasa gugup karena pertunjukan wayang orang berjalan secara langsung (live). “Pentas ini live, kalau nada awal salah, seterusnya akan salah. Itu yang membuatnya sulit,” ujarnya. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Pementasan Sang Sukrasana yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan Laskar Indonesia Pusaka ini melibatkan kalangan dari Wayang Orang Bharata, PATI serta Prajurit TNI dan Polri, juga purnawirawan dan para tokoh pecinta wayang orang. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Bercerita tentang kisah klasik Sukrasana dan sang kakak, Sumantri. Kisah yang terinspirasi situasi Negara yang sedang dirundung perebutan kekuasaan tetapi melalaikan kepentingan rakyat kecil yang justru sewajibnya disejahterakan. (Bambang E Ros/Fimela.com)
Maudy Koesnaedi akan berperan sebagai Dewi Citralangeni, beradu akting dengan Dewi Citrawati yang diperankan Asmara Abigail. Sementara Lukman Sardi menjadi tokoh sentral dalam lakon ini dengan perannya sebagai Sukrasana. (Bambang E Ros/Fimela.com)