Akibat Virus Corona, Denada Isolasi Diri dan Batalkan Pekerjaan Meski Sangat Membutuhkan

Ruben SilitongaSutikno diperbarui 18 Mar 2020, 11:00 WIB
Dalam video singkat yang dibagikan di instagram, 16 Maret, penyanyi 41 tahun itu menceritakan dampak virus corona yang juga melanda di Singapura. Sebelumnya, ia mengenalkan nama baru putrinya yang sekarang berganti Aisha. (Instagram/denadaindonesia)
"Isolasi diri. #dirumahaja . Buat ku dan Aisha (buat yang blm tau, SHAKIRA sekarang namanya AISHA 😊), kami sudah mulai lakukan dari akhir Januari lalu, waktu kasus #covid19 mulai ada di #Singapura..," tulis denadaindonesia. (Instagram/denadaindonesia)
Akibat virus dari Wuham China yang menyebar ke seluruh dunia tersebut, ia berusaha semaksimal mungkin tidak keluar dari apartemen tempatnya tinggal. Tidak lagi kumpul-kumpul, ke mall, tidak makan diluar. (Instagram/denadaindonesia)
"Kami SEMAKSIMAL MUNGKIN tidak keluar dari apartemen kami, selain ke Rumah Sakit untuk janji treatment Aisha atau bila ada keperluan lain yang betul2 ga bisa dihindari." lanjutnya lagi. (Instagram/denadaindonesia)
Sebagai seorang ibu yang menjaga putrinya menjalani pengobatan, ia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang. Terlebih, ia mendapat info, kondisi orang bisa berdampak bisa lebih besar akibat lemahnya imun. (Instagram/denadaindonesia)
"Diantaranya adalah orang2 yang mempunyai masalah kesehatan sebelumnya (sakit tertentu), dan orang2 yang mempunyai daya imun tubuh yang lebih lemah (seperti misalnya mereka yang menjalani treatment chemotherapy)." lanjutnya lagi. (Instagram/denadaindonesia)
Perempuan satu orang anak itu menyikapi dengan sangat serius. Bahkan, demi sang buah hati, ia rela membatalkan banyak pekerjaan. Meski ia mengaku sangat membutuhkan pekerjaan tersebut. (Instagram/denadaindonesia)
"Seserius itu, sehingga aku memutuskan membatalkan semua pekerjaan ku (dimana sebetulnya aku sangat SANGAT amat membutuhkan pekerjaan ku itu). Aku sadar, aku harus menjaga diriku, karena akulah yang menjaga anakku. Tapi yg ga kalah penting adalah, aku tidak boleh membahayakan keselamatan anakku,"