Fimela Lady Boss: Cerita Kecintaan Tasya Kamila Terhadap Lingkungan Sejak Remaja

Ruben SilitongaRizky Mulyani diperbarui 13 Jun 2020, 07:00 WIB
Tepatnya di tahun 2005, Tasya dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Hidup Cilik oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Saat itu juga ia mulai menggalakan gaya hidup ramah lingkungan. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
Kala itu pengetahuan Tasya tentang lingkunga hidup sebatas yang dipelajari di sekolah, namun ia beruntung mendapat pengalaman dari posisinya menjadi Duta Lingkungan Hidup Cilik. Ia pun menjadi semakin tertarik mendalaminya. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
"Aku hanya sebatas tahu mengenai itu karena di sekolah belajar. Tapi mereka akomodatif, memberikan aku banyak banget latihan dan kasih buku-buku untuk dipelajari sehingga aku jadi paham bagaimana hidup ramah lingkungan,” ujar Tasya. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
Kecintaan Tasya terhadap lingkung dibuktikan dengan yayasan non-profit yang didirikannya sejak 2015 silam. Lewat Green Movement, berbagai kegiatan dilakukan sebagai bentuk pergerakan positif terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
"Awalnya program aku school to school. Jadi pergi ke sekolah-sekolah, bikin training tentang lingkungan hidup, kemudian bawa pohon, terus dibagi perkelompok untuk bertanam di sekolah tersebut,” jelas Tasya. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
Green Movement sendiri juga aktif dalam kegiatan daur ulang sampah agar menjadi hal bermanfaat untuk orang banyak, baik secara kegunaan maupun ekonomis. Salah satunya menghasilkan pupuk organik. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
"Waktu itu pernah kerjasama juga dengan penggiat composting. Tinggal beli tabungnya, nanti sampah organik itu dimasukkan ke dalam gentong itu, dikasih bio aktivator, nanti dalam beberapa hari kita bisa panen pupuk organik, cair dan kompos,” ujar ibu satu anak ini. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)
Tasya Kamila, kini sudah menjadi seorang istri dan ibu tetap menyempatkan waktu untuk peduli terhadap lingkungan. Ia juga mengajak anak muda lainnya, karena menurutnya mereka lah yang bisa menjadi agen perubahan, terutama soal lingkungan. (FOTO: Doc.Tasya Kamila)