Sebelum Meninggal karena COVID-19, Pria Ini Menyampaikan Kebodohan Terbesarnya

Endah Wijayanti diperbarui 09 Sep 2020, 10:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 ini tak bisa diremehkan begitu saja. Sebelum kondisi benar-benar pulih dan membaik, ada baiknya kita tetap menjaga diri dengan baik. Setidaknya dengan menjaga diri sendiri kita bisa melindungi diri sendiri serta mencegah penyebaran virus corona ke orang-orang terdekat kita. Jangan sampai kasusnya seperti yang dialami oleh Thomas Macias ini.

"Karena kebodohanku aku membuat ibuku dan saudari-saudariku serta kesehatan keluargaku dalam bahaya," papar sopir truk di California ini seperti yang diungkapkan keluarganya kepada The Washington Post. Kejadian bermulai ketika Thomas pergi ke sebuah pesta yang orang-orangnya tidak mengenakan masker. Keponakannya, Danielle Lopez menceritkana bahwa ternyata dalam pesta itu ada orang yang terpapar virus corona.

Thomas sendiri berusia 51 tahun dan ia termasuk orang yang sangat rentan karena memiliki diabetes dan masalah berat badan. Setelah datang ke pesta itu, pada tanggal 20 Juni 2020 Thomas mengatakan ia tak bisa bernapas. Ibunya pun langsung memintanya ke rumah sakit.

Sayangnya, tak lama kemudian Thomas meninggal dunia karena COVID-19.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Jangan Meremehkan Ancaman Pandemi Ini

Ilustrasi./Credit: pexels.com/Polina

Danielle mengungkapkan pamannya itu mungkin tak akan menghadiri pesta itu bila daerah Southern California tidak dibuka lagi dan orang-orang tidak menyepelekan ancaman COVID-19. "Ini sebenarnya sungguh bisa dicegah," ungkap Danielle.

Pihak keluarga mengatakan bahwa Thomas telah sangat menjaga dirinya dengan membatasi pergi keluar rumah karena kondisi kesehatannya sendiri tidak baik. Tapi Thomas juga makhluk sosial dan menelepon ibunya setiap hari dan ingin segera berjumpa orang-orang tercintanya. Thomas juga dikenal mudah sekali bergaul dan sangat suka berteman.

"Ini tidak main-main. Jika kau keluar, kenakan masker dan selalu jaga jarak. Jangan menjadi orang bodoh sepertiku," tulis Thomas di akun Facebook-nya setelah ia dinyatakan positif terkena COVID-19 waktu itu. "Semoga dengan pertolongan Tuhan aku bisa bertahan melewati ini," tutupnya.

Dari kematian sang paman itu, Danielle kembali menekankan pentingnya mengenakan masker. Danielle mengatakan pamannya itu sebenarnya selalu rajin menggunakan masker. Tapi kemudian pamannya itu merasa sudah tidak penting mengenakan masker, khususnya saat bersama teman-temannya. Danielle menyadari masih banyak orang yang enggan menggunakan masker dan itu membuatnya kesal. "Sejujurnya aku sungguh tak paham kenapa orang-orang merasa hal itu sulit dilakukan," katanya.

Dari kejadian yang menimpa Thomas, kita kembali diingatkan akan pentingnya tetap mengenakan masker, tidak keluar rumah bila tidak benar-benar mendesak, dan jaga jarak selama pandemi belum benar-benar berakhir. Sayangi diri sendiri dan juga sayangi orang-orang tercinta kita, ya.

 

#ChangeMaker