Serba Serbi Bunga Edelweis, Tanaman Abadi dan Langka yang Dilarang Dipetik Pendaki

Vinsensia Dianawanti diperbarui 16 Sep 2020, 11:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Lagi-lagi kejadian pendaki memetik bunga Edelweis terjadi. Sebuah video yang kini viral di media sosial memperlihatkan seorang pendaki yang memetik bunga Edelweis di jalr pendakian Gunung Lawu.

Seorang pendaki perempuan memetik bunga abadi tersebut meski sudah diperingatkan. Ia terlihat acuh dan tidak peduli akan peringatan yang diberikan.

Kejadian inipun menjadi ramai diperbincangkan mengingat bunga Edelweis merupakan tanaman langka yang kini dilindungi oleh undang-undang. Hal ini tercantum dalam UU No.5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem.

Selain itu, larangan memetik bunga Edelweis juga tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Pendaki yang melanggar aturan ini akan dikenakan pidana penjaga paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Serba-serbi bunga Edelweis

Ilustrasi bunga edelweis (Foto: Unsplash.com)

Bunga Edelweis sendiri memiliki nama latin Anaphalis Javanica. Di Jawa, bunga Edelweis lebih dikenal dengan sebutan bunga Senduro. Ia merupakan tanaman endemik zona alpina atau montana di berbagai pegunungan di Indonesia.

Tak heran, jika sejumlah pegununan di Indonesia memiliki hamparan bunga Edelweis yang sangat luas. Seperti di Gunung Rinjani. Namun di Gunung Lawu sendiri, bunga Edelweis ini tumbuh di hampir sepanjang jalur pendaikan menjelang puncah Hargo Dumilah

Meski ditemukan di sejumlah pegunungan, bunga Edelweies sudah masuk kategori tanaman langka. Lantaran tumbuhan ini memiliki waktu mekar yang cukup lama hingga 10 tahun. Biasanya, bunga Edelweis akan mekar sekitar April-Agustus setiap tahun. Tepat setelah musim hujan berakhir.

Bunga Edelweis memiliki caranya sendiri untuk bertahan hidup. Ia bahkan bisa tetap hidup di tanah yang tandus. Inilah yang membuat bunga Edelweis juga disebut sebagai bunga abadi.

 

3 dari 4 halaman

Pernah dijadikan komoditas jual beli

Edelweis jenis Anaphalis maxima tumbuh diantara tiga jenis bunga abadi lain di puncak Gunung Ciremai.Foto (Liputan6.com / Hendri Haryadi TNGC)

Ia begitu populer karena memang hanya terdapat di daerah pegunungan dan sering dijadikan oleh-oleh bagi para pendaki yang baru saja mendaki sebauh gunung. Baik dijadikan sebagai pajangan maupun dicoba untuk ditanam kembali di rumah.

Bahkan bunga Edelweis sempat menjadi komoditas jual beli bagi orang-orang yang mendaki. Para pendaki mengambil sejumlah bunga Edelweis dan diikat untuk kemudian dijual ke masyarakat maupun pendaki yang lewat. Inilah yang membuat populasi bunga abadi kian berkurang. Tangan jahil pendaki yang memetik seenaknya membuat banyak tanaman Edelweis tidak tumbuh sempurna karena banyak ranting yang patah.

Padahal, bunga Edelweis dianggap sebagai bunga yang diagungkan oleh sebagian masyarakat. Di Gunung Gede misalnya, masyarakat yang mendaki menganggap tanaman ini berasal dari surga sebagai karunia atau keberkahan.

4 dari 4 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker