Suami yang Mencintai tanpa Syarat, Tetap Setia Mendampingi Menanti Buah Hati

Endah Wijayanti diperbarui 04 Mar 2021, 07:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Mutiara Wikjayanti

Awal mula aku mengenal suamiku  adalah ketika kami sama sama bekerja di salah satu bank di kotaku. Awalnya itu tak mudah bagiku. Menderita skoliosis yaitu kelainan tulang belakang membuatku merasa minder.

Aku sangat terbuka olehnya tentang kelainanku ini. Aku tak ingin dia menyesal ketika menikahiku karena tubuhku tak sempurna. Aku punya bekas sayatan sepanjang 30 cm karena harus melakukan penanaman titaniun di tulang belakangku dan di hari tua kelak mungkin aku akan mudah terkena osteoporosis. Pede banget ya padahal juga baru PDKT. Namun, ternyata dia serius kepadaku. Sehari kami jadian dia langsung mengenalkan aku ke kedua orang tuanya.

Satu setengah tahun berpacaran akhirnya kami menikah. Tapi, namanya pernikahan tak ada yang tak pernah diuji.

Sampai tahun ketujuh pernikahan kami ini, kami belum diberi kepercayaan untuk memiliki buah hati. Segala upaya telah kami coba dari seringnya liburan, berobat alternatif sampai bayi tabung dan tentu saja suamiku selalu mendukung. Namun, semua itu belum berhasil.

2 dari 2 halaman

Menanti Momongan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/LightField+Studios

Aku pernah depresi berat ketika program bayi tabungku gagal. Aku hampir gila karena itu. Namun, suamiku selalu menguatkan dan menghiburku. Dia percaya bahwa suatu hari nanti kami pasti memiliki buah hati. 

Ketika ada orang-orang yang menyindir masalah buah hati kepadaku, suamikulah yang akan selalu dengan tegas menjawab komentar mereka. Dia tak ingin istrinya ini disudutkan.

Sampai hari ini, kami selalu tertawa bersama dan bersedih  bersama. Untuk mengobati rasa sepi di rumah, kami merawat beberapa binatang peliharan.

Doaku adalah aku harap suatu hari nanti, rumah kami bisa kedatangan malaikat kecil yang dapat menemani kami berdua sampai maut memisahkan. Aku ingin melihat suamiku bahagia mempunyai darah dagingnya sendiri. Amin.

#ElevateWomen