Kevin Widaya Meriahkan Acara 'Padu Padan Tenun Collection Fashion Show' oleh Erwin Yuan

Anto KariboDiperbarui 08 Agustus 2024, 14:57 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebuah gelaran bertajuk 'Padu Padan Tenun Collection Fashion Show' oleh desainer Erwin Yuan, bakal diselenggarakan di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 8 Agustus 2024.

Tak hanya menjadi pagelaran wastra nusantara, namun juga bakal dimeriahkan oleh seorang penyanyi muda Kevin Widaya. Kevin dikenal dengan lagu-lagunya seperti Tak Berhenti, Cela, My Favorite Cocktail, dan Irresistibly Good.

Acara yang merupakan persembahan dari PER-G Group yang berkolaborasi dengan Jakarta Experience Board ini mengangkat tema 'Tabu Ije To Kōsaten', yang berarti 'Sebuah Persimpangan Waktu dan Tradisi'.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tradisi dalam Ekspresi

Padu padan tenun by Erwin Yuan (Instagram/erwinyuan)

Tema ini menyoroti bagaimana tradisi kuno dapat diadaptasi menjadi ekspresi seni dalam fashion yang relevan dan menarik untuk era saat ini. 'Tabu Ije' dari Timor menandakan momen transformasi—kesempatan membawa warisan kuno ke kancah global.

Sementara 'Kōsaten' dari Jepang melambangkan persimpangan ide-ide budaya. Fashion show ini bukan hanya peragaan, tetapi juga perayaan inovasi, menghidupkan tradisi dengan nafas baru.

"Saya menyiapkan konsep yang memadukan keindahan seni klasik dengan sentuhan artistik yang tajam dan pendekatan yang futuristik," tutur Rasyid Shahram, sebagai creative director Per-G.

3 dari 3 halaman

Kekayaan Budaya Indonesia

Padu padan tenun by Erwin Yuan (Instagram/erwinyuan)

Fransiscus Go sebagai pemrakarsa kegiatan ini, mengajak UKM kreatif daerah berkolaborasi dengan Jakarta untuk mendapatkan perhatian lebih luas dari masyarakat, sebagai bukti peduli Jakarta dalam berkolaborasi dengan daerah penghasil ekonomi kreatif.

Sementara itu, Dai Adnan, mewakili jajaran direktur PER-G, mengucapkan terima kasih kepada PJ Gubernur Jakarta, PJ Gubernur NTT, Jakarta Experience Board, serta para sponsor yang mendukung acara kreatif ini.

Acara ini pun diharapkan bisa menjadi suguhan bagi seluruh masyarakat yang hadir dan menyaksikan persimpangan waktu, tradisi, dan inovasi, di mana tenun dan shibori dengan sentuhan Sashiko tidak hanya bertemu, tetapi juga menari bersama, mengungkapkan kekayaan cerita mereka melalui setiap siluet dan warna.