Dibintangi oleh Jennie sebagai pencari dan Gracie Abrams sebagai penyembunyi yang sulit ditangkap, film ini mengikuti perjalanan mereka yang saling terkait melalui koridor-koridor intim dan ruang-ruang tersembunyi, menangkap sensasi penemuan dan keajaiban pertemuan yang tak terduga. [Dok. CHANEL]
Disutradarai oleh Gordon Von Steiner, COCO CRUSH, Hide and Seek menampilkan para pemeran luar biasa termasuk Mona Tougaard, Lulu Tenney, Mathilda Gvarliani, Akon Changkou, dan Qun Ye, yang masing-masing mewujudkan keanggunan dan emosi yang menjadi inti dari CHANEL. [Dok. CHANEL]
Elegan, intim, dan penuh resonansi emosional, kampanye ini merayakan seni penemuan kembali—di mana setiap pertemuan, yang direncanakan atau tak terduga, meninggalkan jejak yang abadi. [Dok. CHANEL]
Pada tahun 2026, CHANEL Fine Jewelry Creation Studio menafsirkan ulang prinsip dasar ini melalui sebuah pencapaian teknis luar biasa, menghadirkan kelenturan yang belum pernah ada sebelumnya pada COCO CRUSH—sebuah bukti keahlian savoir-faire yang unik. [Dok. CHANEL]
Dua interpretasi baru—kalung pas di leher (close-fitting necklace) dan choker—melekat pada kulit dengan presisi sensual, menandai evolusi signifikan baik dari sisi teknik maupun ekspresi gaya. [Dok. CHANEL]