Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Prada menggandeng seniman Amerika Anne Collier, yang dikenal konsisten mengkritisi budaya visual, fotografi, dan iklan selama dua dekade terakhir. Dalam kampanye ini, Collier merancang portofolio khusus yang secara radikal mengubah cara kita memandang kampanye fashion.
Alih-alih hanya tampil sebagai gambar digital, kampanye Prada SS 2026 dihadirkan sebagai objek fisik, foto-foto still life yang tampak sedang dipegang oleh tangan manusia. Gambar-gambar tersebut menampilkan koleksi Prada yang dipotret oleh Oliver Hadlee Pearch, seolah mengajak penonton ikut masuk sebagai pengamat tambahan. Kita tidak hanya melihat busana, tetapi juga menyadari proses melihat itu sendiri.
Di dalam foto-foto yang “dipegang” tersebut, busana Prada dikenakan oleh deretan figur lintas disiplin aktor, musisi, hingga model yang masing-masing membawa karakter dan narasi personal.
John Glacier, rapper dan penyair asal London, menghadirkan energi eksperimental khas dunia musik alternatif. Kemudian Levon Hawke, aktor muda yang tengah naik daun lewat proyek film dan serial internasional.
Nicholas Hoult, dikenal lewat peran berani di film arthouse hingga blockbuster. Lalu Damson Idris, bintang serial Snowfall yang kuat secara karakter dan karisma. Carey Mulligan, aktris peraih berbagai nominasi prestisius dengan reputasi akting yang solid. Hunter Schafer, simbol generasi baru yang berada di persimpangan seni, aktivisme, dan mode. Hingga Liu Wen, model ikonis yang membuka jalan bagi representasi Asia di panggung fashion global.
Kehadiran mereka bukan sekadar “wajah kampanye”, melainkan subjek seni, individu yang diamati, sekaligus mengundang kita untuk mengamati kembali diri sendiri sebagai penonton.