Fimela.com, Jakarta - Alba Indonesia kembali menghadirkan inovasi segar dengan mengumumkan kolaborasi eksklusif bersama seniman kontemporer Tanah Air, Arkiv Vilmansa. Kolaborasi ini melahirkan koleksi jam tangan edisi terbatas yang memadukan mitologi personal sang seniman, inspirasi dari kekayaan laut Indonesia, serta presisi horologi Jepang yang menjadi DNA Alba.
Nama Alba sendiri berasal dari istilah kuno yang berarti fajar, melambangkan cahaya, harapan, dan awal baru. Filosofi tersebut tercermin dalam pendekatan desain brand yang selalu menghadirkan nuansa cerah, segar, dan optimistis bagi mereka yang ingin memaksimalkan setiap momen kehidupan.
Kolaborasi Arkiv Vilmansa × Alba Indonesia Limited Edition menjadi sebuah dialog kreatif antara seni dan dunia horologi. Bagi Arkiv, proyek ini merupakan wujud pertama dari fase baru perjalanan artistiknya yang lebih personal, menoleh ke dalam, pada keluarga, sekaligus keluar, pada biosfer laut Indonesia. Eksplorasi tema tersebut juga hadir dalam pamerannya bertajuk The Sea of All Colors (Laut Semua Warna).
Hadir dengan Karakter Domma Ikonis
Lebih dari sekadar karya ilustrasi yang diaplikasikan pada jam tangan, koleksi ini menghadirkan perpaduan filosofi desain. Inspirasi alam Indonesia berpadu dengan estetika Jepang yang refined, sementara perspektif kanak-kanak yang penuh imajinasi bertemu dengan ketelitian mekanisme waktu.
Di balik desainnya, hadir karakter Domma, figur yang kerap muncul dalam karya Arkiv dan terinspirasi dari anak bungsunya. Domma merepresentasikan rasa ingin tahu tanpa batas, semangat eksplorasi, serta kebebasan berekspresi. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam objek wearable yang bukan hanya mengukur waktu, tetapi juga menyimpan cerita dan memori.
“Kolaborasi ini adalah buah pertama dari perjalanan artistik baru saya, yang melihat ke dalam ke arah keluarga dan ke luar ke arah laut Indonesia, bukan lagi pada budaya populer,” ungkap Arkiv pada (20/2) di Gandaria City. Ia juga menambahkan bahwa Alba menghadirkan semangat craftsmanship dan disiplin yang tepat untuk mewujudkan dunia personalnya menjadi bentuk nyata.
Ketertarikan Arkiv pada Alba tidak lepas dari kemampuan brand ini dalam menerjemahkan filosofi desain Jepang seperti wabi-sabi, shokunin, serta presisi minimalis, yang kemudian berpadu dengan sensitivitas Indonesia terhadap material dan kerajinan. Jam tangan ini menjadi semacam kanvas, di mana brushed steel dan konstruksi khas Alba membingkai palet warna cerah serta bentuk organik yang terinspirasi dari terumbu karang, lautan senja, hingga cahaya tropis.
Kolaborasi Pertama Alba dengan Seniman Lokal
Didirikan di Jepang pada 1979 di bawah Seiko Watch Corporation, Alba dikenal sebagai simbol kualitas dengan nilai yang kuat. Bagi Alba Indonesia, kolaborasi ini membawa energi baru yang lebih berani sekaligus tetap setia pada akar craftsmanship. Kevin Lie, Direktur PT Asia Jaya Indah selaku distributor resmi Alba di Indonesia, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu menjangkau generasi baru pecinta jam tangan sekaligus mengajak pengguna setia melihat timepiece melalui perspektif artistik yang berbeda.
Diakui Arkiv, proses kreatif koleksi ini sendiri memakan waktu sekitar satu tahun. Desain khas Arkiv diterapkan pada model jam sporty Alba, menyesuaikan gaya hidup sang seniman yang aktif berolahraga. Detail ilustrasi Domma hadir pada bagian dial hingga strap, menciptakan identitas visual yang kuat dan playful.
Edisi Terbatas
Menariknya, setiap pembelian jam tangan edisi terbatas ini dilengkapi dengan dua pilihan strap sekaligus, yaitu rubber silicone untuk tampilan sporty dan stainless steel untuk kesan lebih elegan, sehingga pengguna dapat menyesuaikan gaya sesuai kebutuhan. Koleksi ini tersedia dalam jumlah sangat terbatas, hanya 500 pieces, dengan harga Rp2.370.000.
Untuk merayakan peluncurannya, Alba Indonesia juga menghadirkan pop-up khusus Arkiv Vilmansa × Alba Indonesia Limited Edition di Gandaria City Mall, Ground Floor, pada 16–22 Februari. Pengunjung dapat melihat koleksi dari dekat sekaligus mengeksplorasi cerita di balik proses desainnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika seni dan horologi bertemu dengan visi yang sama, lahirlah sebuah karya yang bukan hanya fungsional, tetapi juga sarat makna, sebuah timepiece bagi mereka yang menghargai cerita sama besarnya dengan mekanisme waktu.