Cara Menabung di Tengah Krisis yang Mengancam Finansial

Nabila MecadinisaDiterbitkan 26 Maret 2026, 16:33 WIB

ringkasan

  • Membangun dana darurat yang ideal (3-12 bulan pengeluaran) dan menyimpannya di instrumen likuid adalah fondasi utama ketahanan finansial di tengah krisis.
  • Menyusun anggaran realistis, mencatat pengeluaran, serta memprioritaskan kebutuhan pokok sambil memangkas keinginan, membantu mengelola keuangan secara efektif.
  • Diversifikasi sumber pendapatan, melunasi utang berbunga tinggi, memilih investasi aman, dan meningkatkan keterampilan, adalah strategi penting untuk memperkuat posisi finansial saat krisis.

Fimela.com, Jakarta - Krisis ekonomi atau situasi ketidakpastian dapat datang kapan saja, seringkali tanpa peringatan, dan berdampak signifikan pada stabilitas keuangan pribadi maupun keluarga. Kondisi ini dapat menyebabkan biaya impor naik, harga kebutuhan pokok melonjak, dan daya beli masyarakat menurun drastis.

Ketika situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis mendadak, atau bencana alam terjadi, banyak orang terjebak dalam kepanikan. Hal ini karena mereka tidak memiliki perlindungan finansial yang memadai untuk menghadapi guncangan ekonomi.

Oleh karena itu, memiliki strategi menabung yang efektif menjadi sangat penting. Strategi ini bertujuan untuk menjaga ketahanan finansial Sahabat Fimela di masa-masa sulit.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Fondasi Kuat: Membangun dan Mengisi Dana Darurat

Dana darurat adalah fondasi terpenting dalam perencanaan keuangan, berfungsi sebagai penyangga saat terjadi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya. Tanpa dana darurat, seseorang bisa terpaksa berutang atau menjual aset penting di saat krisis.

Idealnya, dana darurat mencakup 3 hingga 6 bulan biaya hidup bulanan untuk lajang, 6 bulan pengeluaran untuk pasangan menikah tanpa anak, dan 6-12 bulan pengeluaran untuk keluarga dengan anak atau wirausaha. Prioritaskan dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan.

Simpan dana darurat di tempat yang aman dan likuid, seperti rekening tabungan terpisah dari rekening harian atau reksa dana pasar uang. Hindari menginvestasikan dana darurat pada instrumen berisiko tinggi.

3 dari 6 halaman

Mengelola Keuangan dengan Anggaran Realistis dan Evaluasi Pengeluaran

Langkah pertama dalam mengelola keuangan adalah membuat anggaran bulanan yang sesuai dengan kondisi finansial Anda. Anggaran berfungsi sebagai panduan untuk mengatur pengeluaran agar tidak melebihi kemampuan finansial.

Catat semua pemasukan dan pengeluaran, sekecil apapun. Kelompokkan pengeluaran antara kebutuhan (makanan, transportasi, cicilan) dan keinginan (nonton bioskop, ngopi cantik). Dengan mengetahui ke mana uang mengalir, Anda bisa lebih bijak dalam mengelolanya.

Evaluasi pengeluaran mana yang bisa dipangkas dan keinginan mana yang bisa ditunda. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu, seperti langganan streaming yang jarang digunakan atau kebiasaan makan di luar yang berlebihan.

4 dari 6 halaman

Prioritaskan Kebutuhan Pokok dan Diversifikasi Pendapatan

Focus on more urgent tasks and let the less important ones wait. (Photo: Freepik)

Di masa krisis, penting untuk lebih bijak dalam membelanjakan uang dan fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi. Tunda keinginan dan cari alternatif yang lebih murah, misalnya memasak sendiri daripada makan di luar.

Mengandalkan satu sumber penghasilan sangat berisiko, terutama dalam kondisi ekonomi sulit. Mencari pendapatan tambahan dari rumah, seperti usaha kuliner, jasa menjahit, atau pekerjaan freelance (menulis, desain, mengajar online), dapat membantu memperkuat ketahanan finansial. Diversifikasi pendapatan bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan menstabilkan arus kas perusahaan, serta mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan.

5 dari 6 halaman

Melunasi Utang Berbunga Tinggi dan Pilih Investasi Aman

Sulit untuk menabung jika sebagian besar uang habis untuk bunga utang. Prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi, seperti utang kartu kredit, karena bunga yang tinggi dapat merusak akumulasi kekayaan. Pastikan pembayaran cicilan atau utang lancar agar skor kredit tetap baik.

Dalam situasi krisis, penting untuk memilih instrumen yang stabil dan berisiko rendah untuk menyimpan dana. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain:

  • Emas: Terbukti tahan terhadap inflasi dan guncangan ekonomi, nilainya relatif stabil dan cenderung naik saat krisis.
  • Deposito: Menjanjikan bunga tetap dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), cocok untuk dana darurat atau dana jangka pendek.
  • Obligasi Negara: Surat utang negara seperti ORI dan SBN aman karena dijamin pemerintah dan memberikan imbal hasil tetap.
  • Reksa Dana Pasar Uang: Memiliki risiko rendah dan likuiditas tinggi, cocok untuk investor pemula.
6 dari 6 halaman

Tingkatkan Keterampilan dan Disiplin Menabung

Keahlian adalah modal berharga. Pelajari skill baru melalui platform online yang relevan, seperti digital marketing, desain grafis, editing video, atau akuntansi sederhana, untuk meningkatkan kapasitas diri dan peluang pendapatan.

Menabung di tengah kondisi ekonomi sulit memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Kuncinya adalah konsisten. Sisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan, meskipun nominalnya kecil. Anggap menabung sebagai "membayar diri sendiri" terlebih dahulu.

Manfaatkan fitur autodebet atau auto transfer untuk menyisihkan sebagian penghasilan secara otomatis ke rekening tabungan atau dana darurat. Perencana keuangan menyarankan setidaknya 10% dari gaji ditransfer secara otomatis untuk membangun kebiasaan menabung.