Alasan Mengapa Ayah Perlu Terlibat dalam Pekerjaan Rumah Demi Tumbuh Kembang Kesehatan Mental Anak

Kayla BridgitteDiterbitkan 14 Mei 2026, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sama pentingnya dengan peran ibu, kehadiran ayah juga memiliki pengaruh besar tidak hanya pada masa awal pertumbuhan anak, tetapi hingga fase remaja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki hubungan aman dan dekat dengan ayah cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik, hubungan sosial yang lebih suportif, rasa percaya diri yang lebih tinggi, serta risiko kecemasan dan depresi yang lebih rendah.

Melansir dari positiveparenting.gov.mt, peran ayah dapat hadir melalui hal-hal sederhana namun bermakna, seperti meluangkan waktu berkualitas secara personal dengan anak, menjadi sosok yang terbuka tanpa menghakimi, bahkan dalam urusan domestik di rumah. Anak yang tumbuh dengan melihat ayah mereka terlibat dalam tugas domestik cenderung memiliki tingkat empati yang lebih tinggi. Mereka belajar bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawat rumah.

Hal ini mengurangi risiko anak tumbuh dengan stereotip gender yang kaku dan justru meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalin hubungan sosial di masa depan. Keterlibatan ayah di rumah menciptakan rasa aman dan stabilitas emosional yang membuat anak lebih berani mengeksplorasi dunianya.

Peran domestik ayah juga terbukti menurunkan tingkat kecemasan pada anak. Saat anak melihat ayah dan ibu bekerja sebagai tim yang solid, mereka menyerap nilai-nilai kolaborasi yang sangat berharga. Ayah yang hadir secara fisik dan emosional di tengah kesibukan rumah tangga akan menjadi sosok pelindung yang nyata bagi mental si kecil. Mari kita bedah lebih dalam mengenai peran-peran spesifik ayah yang bisa membawa perubahan positif bagi perkembangan psikologis anak-anak kita.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Peran Nyata Ayah dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak Melalui Aktivitas Rumah Tangga

Setiap tindakan kecil yang dilakukan ayah di rumah adalah pelajaran berharga bagi proses observasi anak. [Dok/Pexels.com/Kampus Production].

Sahabat Fimela, keterlibatan ayah dalam urusan rumah tangga bisa dimulai dari hal-hal yang paling sederhana. Berikut adalah beberapa peran domestik ayah yang sangat berpengaruh terhadap mental anak:

1. Menjadi Teman Bermain Sekaligus Guru Kedisiplinan 

Saat ayah ikut serta membereskan mainan bersama anak, ia sedang mengajarkan bahwa tanggung jawab bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Anak tidak merasa terbebani dengan aturan karena melihat ayahnya pun melakukan hal yang sama. Ini melatih otot mental anak untuk lebih disiplin tanpa merasa tertekan.

2. Membangun Kemandirian Lewat Kerja Sama 

Ayah yang melibatkan anak saat memperbaiki sesuatu atau berkebun memberikan rasa kompetensi pada si kecil. Anak merasa dipercaya untuk membantu tugas-tugas "dewasa" yang biasanya dilakukan ayah. Hal ini sangat krusial untuk membangun self-esteem anak agar ia tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di luar rumah nantinya.

3. Memberikan Teladan Tentang Kesetaraan dan Rasa Hormat 

Melihat ayah mencuci pakaian atau menyapu lantai mengajarkan anak tentang nilai kesetaraan. Anak perempuan akan tumbuh dengan standar bahwa ia layak mendapatkan pasangan yang suportif, sementara anak laki-laki akan belajar untuk menghargai perempuan sebagai mitra yang sejajar. Fondasi ini sangat penting untuk kesehatan mental mereka dalam menjalin hubungan di masa dewasa.

4. Menstabilkan Emosi Lewat Kehadiran yang Konsisten 

Kehadiran ayah saat jam makan malam atau waktu mandi memberikan ritme harian yang stabil. Stabilitas ini adalah obat alami bagi kecemasan anak. Ayah yang tahu di mana letak baju anak atau apa makanan favorit mereka menunjukkan kepedulian yang mendalam, membuat anak merasa sangat dicintai dan berharga.

3 dari 4 halaman

Cara Ubah Pekerjaan Rumah Tangga Jadi Momen Berkualitas yang Tak Terlupakan

Strategi ayah ini dapat mengurangi beban emosional rumah tangga yang berdampak langsung pada ketenangan batin dan kebahagiaan anak setiap hari. [Dok/Pexels.com/Pavel Danilyuk].

Sahabat Fimela, keterlibatan ayah dalam urusan rumah tangga bisa dimulai dari hal-hal yang paling sederhana. Setiap tindakan kecil yang dilakukan ayah di rumah adalah pelajaran berharga bagi proses observasi anak. Berikut adalah beberapa peran domestik ayah yang sangat berpengaruh terhadap mental anak:

1. Menjadi Teman Bermain Sekaligus Guru Kedisiplinan

Saat ayah ikut serta membereskan mainan bersama anak, ia sedang mengajarkan bahwa tanggung jawab bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Anak tidak merasa terbebani dengan aturan karena melihat ayahnya pun melakukan hal yang sama. Ini melatih otot mental anak untuk lebih disiplin tanpa merasa tertekan.

2. Membangun Kemandirian Lewat Kerja Sama 

Ayah yang melibatkan anak saat memperbaiki sesuatu atau berkebun memberikan rasa kompetensi pada si kecil. Anak merasa dipercaya untuk membantu tugas-tugas "dewasa" yang biasanya dilakukan ayah. Hal ini sangat krusial untuk membangun self-esteem anak agar ia tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di luar rumah nantinya.

3. Memberikan Teladan Tentang Kesetaraan dan Rasa Hormat 

Melihat ayah mencuci pakaian atau menyapu lantai mengajarkan anak tentang nilai kesetaraan. Anak perempuan akan tumbuh dengan standar bahwa ia layak mendapatkan pasangan yang suportif, sementara anak laki-laki akan belajar untuk menghargai perempuan sebagai mitra yang sejajar. Fondasi ini sangat penting untuk kesehatan mental mereka dalam menjalin hubungan di masa dewasa.

4. Menstabilkan Emosi Lewat Kehadiran yang Konsisten 

Kehadiran ayah saat jam makan malam atau waktu mandi memberikan ritme harian yang stabil. Stabilitas ini adalah obat alami bagi kecemasan anak. Ayah yang tahu di mana letak baju anak atau apa makanan favorit mereka menunjukkan kepedulian yang mendalam, membuat anak merasa sangat dicintai dan berharga.

4 dari 4 halaman

Tips Membagi Jadwal Urusan Domestik Antara Ayah dan Ibu

Buat papan jadwal tugas rumah tangga yang berwarna-warni agar pembagian peran antara ayah dan ibu menjadi lebih transparan dan adil. [Dok/Pexels.com/Annushka Ahuja].

Sahabat Fimela, kunci utama agar ayah bisa terlibat secara konsisten adalah komunikasi dan pembagian tugas yang adil. Jangan biarkan salah satu pihak merasa terbebani sendirian. Berikut adalah tips membagi jadwal domestik agar kesehatan mental anggota keluarga tetap terjaga:

1. Buat Daftar Tugas Berdasarkan Preferensi 

Diskusikan tugas apa yang lebih disukai atau lebih mudah dilakukan oleh masing-masing. Misalnya, jika ayah lebih suka mencuci piring sementara ibu lebih suka melipat baju, bagi tugas berdasarkan keahlian tersebut. Ini akan membuat pekerjaan terasa lebih ringan karena dilakukan dengan senang hati.

2. Tentukan Waktu "Piket" yang Jelas 

Gunakan jadwal mingguan yang ditempel di pintu lemari es. Misalnya, hari Senin dan Rabu adalah jadwal ayah untuk menemani anak belajar dan menyiapkan makan malam. Kejelasan jadwal ini membantu ayah untuk mengatur waktu antara pekerjaan kantor dan urusan rumah tanpa perlu merasa bingung.

3. Hargai Cara Kerja Masing-Masing 

Ibu perlu memberikan ruang bagi ayah untuk melakukan tugas dengan caranya sendiri. Hindari mengkritik cara ayah melipat baju atau mencuci piring selama tugas tersebut selesai. Memberikan apresiasi dan kepercayaan akan membuat ayah lebih semangat untuk terus terlibat aktif dalam urusan domestik.

4. Lakukan Evaluasi Berkala Secara Santai 

Setiap akhir bulan, luangkan waktu untuk mengobrol santai mengenai pembagian tugas ini. Apakah ada yang merasa terlalu lelah? Apakah ada jadwal yang perlu diubah? Komunikasi yang terbuka akan mencegah munculnya rasa kesal dan menjaga keharmonisan rumah tangga yang sangat baik bagi kesehatan mental si kecil.