Lebih dari Separuh Penyakit Manusia yang Disebabkan oleh Hewan, Begini Cara Penularannya

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 08 Mei 2026, 11:28 WIB

ringkasan

  • Lebih dari 60% penyakit menular pada manusia dan 75% penyakit baru berasal dari hewan, dikenal sebagai zoonosis.
  • Penularan zoonosis terjadi melalui berbagai patogen seperti virus, bakteri, parasit, jamur, dan prion, dengan mekanisme kontak langsung, tidak langsung, vektor, makanan, dan air.
  • Faktor seperti peningkatan kontak manusia-hewan, perubahan iklim, mutasi patogen, serta hewan peliharaan dan liar di perkotaan berkontribusi pada peningkatan risiko penularan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu menyadari bahwa banyak penyakit yang menyerang manusia ternyata berasal dari hewan? Fenomena ini dikenal sebagai penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang secara alami dapat ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia, atau sebaliknya. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan global.

Diperkirakan bahwa lebih dari 60% dari semua penyakit menular yang diketahui pada manusia dapat menyebar dari hewan. Angka ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kesehatan hewan dan manusia. Bahkan, tiga dari setiap empat penyakit menular baru atau yang muncul pada manusia berasal dari hewan, menyoroti pentingnya kewaspadaan kita terhadap interaksi dengan dunia hewan.

Penyakit zoonosis disebabkan oleh kuman yang menyebar antara hewan dan manusia. Pemahaman mendalam mengenai bagaimana hewan dapat menularkan penyakit kepada kita menjadi krusial. Dengan mengetahui mekanisme dan faktor-faktor pemicunya, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat.

2 dari 5 halaman

Mengenal Beragam Patogen Pemicu Penyakit Zoonosis

Hewan memiliki kemampuan untuk membawa berbagai jenis patogen yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia. Patogen-patogen ini sangat beragam, mulai dari organisme mikroskopis hingga agen infeksius yang lebih kompleks. Memahami jenis-jenis patogen ini adalah langkah awal dalam mengenali risiko penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan.

Beberapa patogen yang paling umum ditularkan adalah virus, seperti rabies, flu burung, Ebola, dan bahkan COVID-19. Selain itu, bakteri juga menjadi penyebab utama, termasuk anthrax, brucellosis, dan salmonella yang sering ditemukan pada makanan. Parasit seperti cacing pita dan toxoplasmosis juga dapat ditularkan, seringkali melalui konsumsi makanan atau kontak dengan feses hewan yang terinfeksi.

Tidak hanya itu, jamur juga dapat menyebabkan infeksi, baik pada kulit maupun organ dalam, seperti histoplasmosis yang terkait dengan kotoran kelelawar atau unggas. Bahkan, agen berbahaya seperti prion, yang memengaruhi struktur protein jaringan saraf seperti pada penyakit sapi gila, juga termasuk dalam daftar patogen yang dapat ditularkan dari hewan. Keberagaman patogen ini menunjukkan kompleksitas ancaman zoonosis.

3 dari 5 halaman

Mekanisme Penularan Penyakit dari Hewan ke Manusia

Penularan patogen dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui beberapa mekanisme yang berbeda. Mengetahui cara-cara penularan ini sangat penting untuk mencegah penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan. Salah satu cara paling umum adalah melalui kontak langsung, yaitu ketika kita menyentuh hewan yang terinfeksi atau cairan tubuh hewan seperti air liur, darah, urin, lendir, atau feses. Gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi, seperti pada kasus rabies, juga merupakan jalur penularan langsung.

Selain kontak langsung, penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung. Ini berarti bersentuhan dengan area tempat hewan hidup dan berkeliaran, atau objek serta permukaan yang telah terkontaminasi kuman. Contohnya termasuk air akuarium, habitat hewan peliharaan, kandang, atau bahkan tanah yang mengandung patogen. Menghirup tetesan atau aerosol dari sekresi yang terinfeksi, terutama di ruang terbatas, juga termasuk dalam kategori penularan tidak langsung.

Vektor memainkan peran penting dalam penularan beberapa penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan. Serangga atau kutu seperti nyamuk, kutu, dan tungau dapat menggigit hewan yang terinfeksi lalu menularkannya ke manusia. Penyakit Lyme, misalnya, ditularkan oleh kutu. Konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi juga menjadi jalur penularan yang signifikan. Makan produk hewani mentah atau kurang matang, seperti telur dan ayam yang menyebabkan salmonella, atau minum air yang terkontaminasi feses hewan, adalah contohnya.

4 dari 5 halaman

Faktor Pemicu Peningkatan Risiko Penyakit Zoonosis

Beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai pemicu utama peningkatan kemungkinan penularan penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan. Peningkatan kontak antara manusia dan hewan menjadi salah satu faktor paling signifikan. Urbanisasi dan perusakan habitat alami mendorong hewan liar mendekat ke area pemukiman manusia, sehingga meningkatkan interaksi dan risiko penularan. Perdagangan satwa liar, baik legal maupun ilegal, juga mempercepat penyebaran patogen dengan mempertemukan spesies hewan dari ekosistem berbeda.

Praktik peternakan intensif juga berkontribusi pada risiko ini. Peternakan skala besar menciptakan kondisi ideal bagi patogen untuk menyebar dengan cepat di antara hewan, dan kemudian berpotensi menular ke manusia. Perubahan iklim juga memainkan peran krusial, mengubah dinamika inang, vektor, dan patogen, serta memperluas jangkauan geografis mereka. Ini berarti penyakit yang sebelumnya terbatas pada wilayah tertentu kini dapat menyebar ke area baru.

Mutasi patogen adalah ancaman yang terus-menerus. Patogen terus bermutasi, dan ketika mereka menular pada spesies baru atau dengan cara baru, mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk beradaptasi dan menjadi lebih efisien dalam penularan. Selain itu, hewan peliharaan dan hewan liar yang beradaptasi dengan lingkungan perkotaan, seperti tikus dan rakun, juga dapat menjadi reservoir zoonosis, meningkatkan risiko penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan di lingkungan sehari-hari kita.

5 dari 5 halaman

Contoh Penyakit Zoonosis Penting yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi sakit gigi. Credit: unsplash.com/EnginA

Sahabat Fimela, ada beberapa contoh penyakit manusia yang disebabkan oleh hewan yang penting untuk kita ketahui. Rabies adalah penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat, umumnya ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi seperti anjing, kelelawar, atau rubah. Salmonellosis, penyakit bawaan makanan yang umum, seringkali berasal dari telur mentah dan ayam yang kurang matang.

Flu burung atau Avian Influenza juga merupakan penyakit virus yang dapat menyebar dari hewan ke manusia, seringkali melalui tetesan atau fomites. Ebola menyoroti risiko penyakit "baru" yang muncul dari satwa liar, menunjukkan betapa cepatnya patogen dapat menyebar dan menyebabkan pandemi. Penyakit Lyme, yang ditularkan oleh kutu, melaporkan puluhan ribu kasus setiap tahun di beberapa negara, menunjukkan prevalensi penyakit vektor.

Terakhir, pandemi global COVID-19 yang disebabkan oleh coronavirus baru SARS-CoV-2, diyakini berasal dari satwa liar. Kasus Hantavirus dan Leptospirosis juga merupakan contoh penyakit serius yang ditularkan oleh hewan pengerat, khususnya tikus. Hantavirus, misalnya, dapat menyebabkan kondisi serius pada paru-paru atau ginjal manusia melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Memahami contoh-contoh ini membantu kita lebih waspada terhadap potensi ancaman kesehatan dari lingkungan sekitar.