Kolaborasi BIYAN + GAYA Ceramic mempertemukan dua dunia yang dibentuk oleh kreativitas Biyan Wanaatmadja dan Michela Foppiani. Hadir dalam bentuk karya seni, aksesori, hingga attachment busana, setiap piece dirancang sebagai karya one-of-a-kind yang memadukan presisi, intuisi, tekstur, dan kontras / Foto dok: Fimela.
BIYAN + GAYA Ceramic berpadu serasi mengemas material yang tadinya tersisa di studio, menjadi mahakarya seni yang indah.Porselen yang tak sempurna, kain yang tak sempat menjadi busana, hingga material tersisa di studio—semuanya menemukan kehidupan baru lewat tangan kreatif Biyan Wanaatmadja dan Michela Foppiani. / Foto dok: BIYAN.
PORCELAIN COUTURE mempertemukan kreativitas BIYAN + GAYA Ceramic dalam sebuah kolaborasi yang merayakan material, craftsmanship, dan keindahan yang tak terduga. Dihadiri Dian Sastro, dan Marsha Timothy dengan tampilan menawan, karya kolaborasi ini berhasil memikat perhatian. / Foto dok: Fimela.
Laura Basuki tampak mengaggumi salah satu karya kolaborasi BIYAN dan GAYA Ceramic. Berawal dari material yang tertinggal, porselen yang tidak berakhir sesuai rencana, kain yang tak pernah menjadi bagian dari busana akhir. / Foto dok: Fimela.
Dibentuk oleh tangan, presisinya api dan kelembutan benang. Berpadu satu menjadi pajangan yang memikat. Marsha Timothy tampak terpukau dengan karya piring porselen nan cantik yang menjadi pajangan dinding estetik. / Foto dok: Fimela.
Porselen yang tak sempurna, kain yang tak sempat menjadi busana, hingga material tersisa di studio—semuanya menemukan kehidupan baru lewat tangan kreatif Biyan Wanaatmadja dan Michela Foppiani. / Foto dok: Fimela.
Karya kolaborasi ini hadir juga dalam bentuk aksesori dan attachment pelengkap tampilan busana yang terlihat selaras. Dirangkai dengan cermat, detail,
dinamis dan atraktif. Koleksi aksesori jadi pernyataan gaya yang lugas./ Foto dok: Fimela.
Setiap karya dari kolaborasi ini adalah satu-satunya. Disusun melalui intuisi, keseimbangan, dan kontras. Melalui pertemuan ini, porselen
menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan kulit, dan kain menemukan keabadian yang baru. / Foto dok: Fimela.