Sukses

Lifestyle

Penelitian Membuktikan, Peselingkuh Sebenarnya Bukan Orang yang Jahat

Fimela.com, Jakarta Selama ini orang yang selingkuh selalu dianggap buruk. Bagai nila setitik rusak susu sebelangan, karena satu kesalahan ia dianggap buruk selamanya. Bahkan penelitian membuktikan bahwa peselingkuh tak bisa dipercaya lagi karena sekali selingkuh pasti akan selingkuh lagi.

Tapi benarkah seburuk itu? Nyatanya orang yang selingkuh sebenarnya tidak sejahat itu. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang-orang yang rentan selingkuh sebenarnya justru memiliki sifat-sifat baik dan menyenangkan. Mereka lebih sering memiliki kepribadian yang terbuka.

Peselingkuh sebenarnya punya sifat menyenangkan

Para peneliti yang melakukan survai terhadap 576 orang dewasa tentang kepribadian mereka dan kecenderungan selingkuh menyebutkan bahwa para peselingkuh umumnya memiliki sifat Openness dari Lima Kepribadian Besar (Big Five Personality), dengan artian mereka memiliki sifat dan pemikiran terbuka, suka mencoba hal baru, menyukai perubahan, imajinatif, kreatif, artistik dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Dengan segala sifat yang menyenangkan tersebut, secara alami banyak orang nyaman di dekat orang-orang Openness dan mereka juga merupakan tipe yang mudah terpikat oleh pesona orang lain. Karena sifatnya yang terbuka, menikmati momen sosialisasi dan kebebasan, tak heran jika ia juga rentan selingkuh.

Seperti dikatakan terapis seksual Dr. Tammy Nelson dalam Mindbodygreen, "Peselingkuh tidak bangun tidur di pagi hari hanya untuk memikirkan bagaimana cara menyakiti pasangannya. Kebanyakan dari mereka bukan orang 'jahat', mereka hanya membuat keputusan yang ternyata menyakiti pasangannya."

Memang mudah menganggap buruk seseorang karena perbuatannya, tapi bukan berarti mereka terlahir sebagai orang yang jahat ya Sahabat Fimela. Orang-orang yang selingkuh sebenarnya memang tak ditakdirkan jahat.

#ChangeMaker with FIMELA

;
Loading