Sukses

Lifestyle

Dear Mantan, Jangan Malah Menghubungiku saat Hidupmu Menderita dengan Istrimu

Fimela.com, Jakarta Sakit hati rasanya saat kekasih memilih untuk menikah dengan perempuan lain yang dijodohkan orangtuanya. Inilah yang dirasakan oleh seorang perempuan dalam tulisannya, Dear Ex, Yes Karma Exists! yang dimuat di laman timesofindia.indiatimes.com (04/03/2019). Perempuan tersebut, Adne (bukan nama sebenarnya) sebelumnya menjalin kasih dengan seorang pria selama lebih dari dua tahun. Tapi hanya butuh hitungan menit bagi kekasihnya untuk memutuskan hubungan.

Adne merasa patah hati saat kekasihnya lebih memilih perempuan yang dijodohkan orangtuanya. Bahkan, kekasihnya saat itu tampak begitu pengecut tak mau lebih tegas dan jujur kepada orangtuanya. Orangtua sang kekasih ingin punya menantu yang nantinya bisa jadi ibu rumah tangga tanpa bekerja. Sedangkan Adne merupakan seorang perempuan yang bekerja sebagai teknisi perangkat lunak (software engineer).

Setelah kekasihnya memutuskan hubungan, 37 hari kemudian dia menikahi perempuan yang dijodohkan olehnya. Sementara Adne butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa berdamai dan menerima kenyataan. Sampai pada akhirnya waktu menyembuhkan segalanya termasuk hati yang patah.

"Aku sudah memaafkannya, meskipun dia tak pernah meminta maaf, dan memaafkan diriku karena tidak benar-benar memahami orang yang telah menerima hatiku. Pada tahun yang sama, karierku berkembang, mendapat teman-teman baru, dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang benar-benar mencintaiku. Sekarang aku tahu cara menjaga kebahagiaan dalam tanganku sendiri dan sangat yakin hidup ini punya hal-hal luar biasa untukku," papar Adne.

Ketika sudah satu tahun lebih move on, tiba-tiba suatu hari Adne mendapati mantannya itu memberi "like" dan menghapus "like" di foto-fotonya di Facebook dalam hitungan detik. Adne pun merasa terkejut sekaligus kesal. Untuk apa mantannya itu muncul kembali?

Tak lama kemudian mantannya itu meneleponnya. Adne pun menerima telepon itu.

Karma Itu Ada

Setelah bertukar salam sebatas formalitas, mantannya itu mulai menceritakan kehidupannya. Katanya dia tak cocok dengan istrinya. Selain itu, dia punya masalah dengan manajernya. Lebih parahnya lagi, mantannya itu merasa telah salah membuat keputusan karena lebih memilih perempuan yang dijodohkan orangtuanya daripada Adne.

Dua puluh menit lamanya mantannya itu menceritakan kehidupannya sampai barulah ia menanyakan kabar Adne.

"Omong-omong, apa kabarmu?" tanya si mantan.

"Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya. Hei, kau sudah menikah dan istrimu bahkan tak tahu soal aku. Aku rasa kita tak semestinya bicara. Itu hidupmu. Urus saja sendiri. Bye!" Adne pun menutup telepon.

Setelah menutup telepon, Adne tersenyum. Tampaknya karma itu ada.

Adne sempat hampir mengalami depresi ketika mendapati mantannya menikah perempuan lain. Tapi dia tak terlalu tenggelam dalam kesedihan. Dia menguatkan diri dan menjalani hidupnya dengan lebih baik. "Menariknya, kehidupan memperlakukanku dengan baik hari ini. Saat aku sudah melanjutkan hidupku, dia masih terjebak di masa lalu," papar Adne.

"Ya, kuharap dia bisa menyelesaikan masalah kehidupan pribadinya dan bahagia lagi, tapi di lubuk hatinya dia tahu ini semua karma! Kita tak bisa mengejar pelangi dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain, dan jika bisa mengejarnya pun kita mungkin tak akan menemukan periuk berisi emas di ujung pelangi itu," tutupnya.

Semoga kita terhindar dari tipe pria seperti mantan kekasih Adne itu, ya. Saat seseorang yang kita perjuangkan malah meninggalkan kita, maka sudah tak ada alasan lagi untuk mempertahankannya. Apalagi bila si mantan sudah menikah dengan orang lain, penting untuk lebih tegas membuat batasan demi kebaikan dan kebahagiaan kita.

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading