Sukses

Lifestyle

Pasangan Gay Pertama untuk Iklan Starbucks Berharap dapat Mengubah Dunia

Fimela.com, Jakarta Suatu hari, Travis Grossi bertanya kepada pasangannya, David, apakaih ia mau mengikuti audisi untuk iklan Starbucks. Meskipun David bukan aktor, namun pasangan gay ini pernah mengikuti audisi bersama-sama sebelumnya.

Travis sering mendapatkan tawaran casting dan agennya beberapa kali pernah melibatkan David, walaupun perannya benar-benar sedikit. Saat itu, Travis membutuhkan David untuk bersikap manis, berpura-pura membuat kue bersama anak perempuan dan neneknya secara virtual.

Iklan kali itu bermaksud untuk menyoroti bagaimana Starbucks bisa didapatkan melalui layanan pesan antar. Pasangan gay Travis dan David tinggal di Los Angeles dan bekerja sebagai artis.

David berhasil dengan profesinya sebagai seorang penyanyi, sedangkan Travis kurang beruntung dalam kariernya sebagai penulis dan aktor. Pasangan gay ini mencari berbagai pilihan di mana keduanya bisa menghemat biaya hidup dan terus bekerja secara online.

 

 

Travis dan Davis terpilih menjadi pemeran dalam iklan Starbucks

Beberapa hari kemudian, agen Travis mengirim SMS tentang tanggapan dari Starbucks. Melalui panggilan Zoom, beberapa orang dari Starbucks memperkenalkan diri mereka masing-masing.

Sutradara menyuruh Travis dan David untuk berpura-pura berinteraksi dengan putri khayalan mereka dalam berbagai cara. Casting yang berlangsung selama 10 menit itu terasa sangat konyol bagi Travis dan David.

Minggu berikutnya, Travis dan David melakukan syuting di California. Baru keesokan paginya, mereka menyadari bahwa mereka menjadi pasangan gay untuk iklan komersial Starbucks.

Travis berharap dapat ikut mengubah dunia melalui iklan yang diperankannya

Melalui pencarian Travis di Google, ia mendapati bahwa dirinya dan pasangannya, David menjadi pasangan gay yang ditampilkan di salah satu iklan liburan Starbucks. Ini merupakan kali kedua bagi Starbucks, setelah membuat iklan animasi dari lesbian dan dikritik habis-habisan di tahun 2017.

Travis tidak terlalu memikirkannya, karena sibuk dengan kepindahan mereka, sampai akhirnya ia mendengar respon dan teman-temannya. Itu tidak hanya sekedar iklan.

Travis bangga dapat menjadi bagian dari sebuah iklan yang diharapkannya dapat mengubah dunia. Terlepas dari amukan yang akan dilontarkan oleh banyak orang, namun kelompok pendukung kaum gay seperti mereka juga tidak sedikit.

Apakah menurutmu iklan dapat mengubah dunia? Bagaimana menurutmu, Sahabat FIMELA?

#ChangeMaker

;
Loading