Sukses

Lifestyle

Saeni, Orang Pinggiran yang Tertindas (Part 5)

Fimela.com, Jakarta Selama menjajakan warung nasi di Serang, Saeni hidup dengan suami dan anak terakhirnya, Elita Rosanti di tempat yang berukuran 4 x 12 meter persegi. Ia bersama suami tidur di ruang tengah yang bercampur perabotan dapur. Sedangkan Elita di bagian belakang.  

Meski hidup dalam kesederhanaan, Saeni tak pernah mengeluh dalam hidup. Ia yang memiliki empat anak, yakni Wahidin, Warningsih, Supendi, dan Elita Rosanti, terus mengajari makna bersyukur kepada anak-anaknya. Pun saat dirinya mengalami derita karena dirazia petugas Satpol PP. Ia masih tetap mensyukurinya dengan mengambil hikmah dari kejadian yang menimpanya.

Saeni, pemilik warteg yang dirazia Satpol PP Serang, Banten| (Nurwahyunan/Bintang.com)

Tak disangka kejadian yang dialaminya berujung manis, bukan saja menjadi berkah dalam hidupnya, melainkan untuk para pedagang-pedagang kecil sepertinya. Ia pun berucap syukur kepada sang penguasa alam semesta, Allah SWT atas apa yang dialaminya. "Ya alhamdulillah banyak yang bantu ibu, ini adalah berkah ramadan," ujarnya.

Saeni, Orang Pinggiran yang Tertindas. (Bintang.com/Nurwahyunan)

Saeni mengaku Elita adalah sumber harapannya. Ia menaruh harapan besar kepada Elita yang kini sedang kuliah di IAIN Sultan Maulana Hasanudin untuk bisa menjadi orang sukses. Melebihi dirinya, melebihi kakak-kakaknya Elita yang juga hanya menjadi pedagang nasi.

Bu Saeni pedagang warteg di Serang. (via: Nurwahyunan/Bintang.com)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading